Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kakanwil Kemenkumham Aceh Akui Lapas dan Rutan di Aceh belum Memenuhi Syarat untuk Eksekusi Cambuk

"Eksekusi cambuk itu kan ada syarat-syarat sesuai tujuannya agar menjadi pelajaran tak hanya bagi pelanggar, tetapi juga untuk orang lain,..."

Penulis: Mursal Ismail | Editor: Mursal Ismail
Dok: Humas Kanwil Kemenkumham Aceh
Kakanwil Kemenkumhan Aceh, Lilik Sujandi, memberi keterangan kepada wartawan di Aula Kanwil Kemenkumham Aceh, Banda Aceh, Jumat (10/1/2020). 

Lilik menambahkan di sisi lain, jika areanya memenuhi syarat, seperti di Lapas Banda Aceh, ia juga mempertanyakan apakah warga mau datang ketika eksekusi cambuk dilaksanakan di dalam lapas.

Begitu pun, ia mengaku sangat mendukung Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Eksekusi Cambuk yang selama ini di lapangan terbuka dipindah ke lapas atau rutan.

Hal ini sebagaimana sudah ada perjanjian kerja sama atau MoU antara Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh saat itu dengan A Yuspahruddin selaku Kakanwil Kemenkumham Aceh saat tersebut. 

Penandatanganan MoU ini di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis, 12 April 2018 itu juga disaksikan Menkumham RI, Yasonna H Laoly.

Menkumham Yasonna H Laoly saat itu hadir sekaligus untuk membuka acara pembekalan bagi 654 CPNS di lingkungan Kemenkumham Aceh.

Tujuan Irwandi memindahkan eksekusi ini agar jangan terlalu bebas dilihat anak-anak, namun tetap boleh disaksikan masyarakat umum .

Irwandi ketika itu menjelaskan alasannya mengeluarkan Pergub tersebut untuk meredam protes pihak dunia yang kemudian menimbulkan islamofobia.

“Kita mendukung sepenuhnya MoU itu. Artinya jika memang tempatnya memenuhi syarat, ya kami persiapkan untuk pelaksanaan eksekusi ini.

Tetapi ketika belum memenuhi syarat, bukan berarti kami harus membangun lapas dan rutan di Aceh untuk bisa melaksanakan eksekusi ini sesuai syarat itu," tandas Lilik.

Pernikahan 11 Tahun Kandas Saat Suami Selingkuh Sama Sahabat, Terbongkar Setelah Hana Melahirkan

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Irwandi menerbitkan Pergub itu dan adanya penandatangan MoU ini dengan Kakanwil Kemenkumham Aceh, kebijakan itu menimbulkan kontroversi, namun lebih banyak kontra.

Oleh karena itu, menurut catatan Serambi news.com, sejak aturan ini ditetapkan, pelaksanaan eksekusi cambuk baru sekali dilaksanakan di lapas, yakni di Lapas Meulaboh, Aceh Barat, 15 Mei 2018.

Selebihnya masih tetap seperti biasa di lapangan umum dan bisa disaksikan semua orang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved