Kamis, 11 Juni 2026

Citizen Reporter

Xinaliq, Desa Tertinggi di Eropa

Saya sembilan hari di Xinaliq mendampingi para cinematografer Indonesia yang melakukan syuting film di Azerbaijan.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
KUN MISBAHUL MUNAWAR 

Pengaruh kotoran sapi/domba dalam elemen bangunan ternyata memberikan efek hangat terhadap suhu ruangan.

Karena karakter bangunannya yang unik sehingga UNESCO memasukkannya ke dalam kategori bangunan bersejarah dunia yang penting dan terancam punah.

Secara keagamaan, penduduk di Xinaliq beragama Islam Sunni yang berbeda dengan kawasan Azerbaijan lainnya yang berpaham syiah.

Banyak situs sejarah yang bisa ditemukan di desa kuno ini.

Contohnya, sekitar 5 km sebelah barat desa, di ketinggian 3.300 mdpl terdapat kuil api Zoroaster dengan api alami yang tidak pernah padam.

Kuil ini telah dipugar oleh Organisasi Zoroaster Dunia dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Azerbaijan.

Di sini juga terdapat makam Hidir Nebi, Masjid Sheikh Shalbuz, makam dan Masjid Abu Muslim (penyebar Islam abad 12), dan banyak situs arkeologi yang belum dijelajahi yang tersebar di seluruh desa.

Dalam delapan tahun terakhir banyak wisatawan, peneliti, dan cinematografer dari berbagai belahan dunia menjadikan Xinaliq sebagai salah satu view favorit. 

Pasalnya lanskap panorama alamnya yang menawan, gaya arsitektur bangunan, dan warganya tetap bertutur bahasa kuno yang sudah ribuan tahun usianya.

Pendeknya, banyak hal yang menakjubkan di sini. (misbahulmunawar10@gmail.com)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved