Breaking News:

Citizen Reporter

Xinaliq, Desa Tertinggi di Eropa

Saya sembilan hari di Xinaliq mendampingi para cinematografer Indonesia yang melakukan syuting film di Azerbaijan.

Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
KUN MISBAHUL MUNAWAR 

Berada di ketinggian membuat iklim di desa ini sangat ekstrem, terlebih di musim dingin.

Suhu udara di siang hari sekitar -9 derajat Celcius dan malam bisa mencapai -19.

Perlu persiapan jaket yang tebal dan kondisi fisik prima agar dapat bertahan di ketinggian ini.

Kaukasia kuno

Desa ini berpopulasi 1.837 jiwa. Pekerjaan utama penduduknya adalah bertani dan beternak domba.

Menurut data World Monuments Fund, penduduk Xinaliq adalah bangsa asli Kaukasia kuno yang telah mendiami kawasan tersebut selama 4.000 tahun silam.

Beda dengan orang Azebaijan umumnya yang berbicara bahasa Azer atau Turki, penduduk Xinaliq masih berbicara bahasa Ketsh yang, menurut Christopher Moseley, adalah bahasa Kaukasus asli dengan tanpa perubahan suku kata sedikit pun.

Tetapi mereka juga fasih bertutur bahasa Azer dan Rusia.

Rumah-rumah dan bangunan di desa ini dibangun dengan gaya arsitektur cascade (atap rumah adalah teras rumah).

Karakter bangunannya juga terlihat unik, dinding rumahnya sangat tebal, kira-kira mencapai 1 meter yang disusun dari batu gunung, atap sekaligus teras rumah adalah susunan batu bata yang dicampur dengan kotoran sapi/domba serta jerami, sehingga terlihat seperti kubus dari kejauhan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved