Aceh Hebat
Dyah Erti Idawati Minta Mahasiswa KKN Kampanyekan Pencegahan Stunting
Rencananya mahasiswa KKN tersebut akan di tempatkan di 50 desa Kabupaten Bener Meriah dan akan diberangkatkan pada Selasa (14/1/2020).
Dyah Erti Idawati Minta Mahasiswa KKN Kampanyekan Pencegahan Stunting
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengimbau mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ikut mengampanyekan pencegahan stunting.
Hal itu itu ia sampaikan saat memberikan materi pembekalan mahasiswa KKN di aula Unsyiah, Senin (13/1/2020).
Rencananya mahasiswa KKN tersebut akan di tempatkan di 50 desa Kabupaten Bener Meriah dan akan diberangkatkan pada Selasa (14/1/2020) besok.
"Mahasiswa KKN harus mengampanyekan ini (penecegahan stunting) kepada masyarakat di desa, karena kalian nantinya yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat," kata Dyah.
Ia mengatakan, pencegahan stunting harus dilakukan secara terintegrasi bukan hanya tugas sektoral saja.
Namun juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat salah satunya melalui mahasiswa KKN sebagai ujung tombak bangsa.
• Ibu Harus Tahu, Apa Itu Stunting dan Efeknya? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
• Penting! 5 Cara Mudah Mencegah Stunting pada Anak, Penuhi Gizi Sejak Hamil hingga Menjaga Kebersihan
• Dulu, 13 Anak Desa Ini Alami Stunting, Sekarang Hanya Tersisa 4, Ini yang Dilakukan Pak Keuchik
Sehingga pencegahan dan penanganan stunting akan menjadi lebih efektif melalui pendekatan-pendekatan yang diterapkan oleh mahasiswa.
Dyah melanjutkan, salah satu indikator yang menyebabkan tingginya angka stunting di Aceh adalah faktor minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis asupan gizi.
Sehingga banyak dari masyarakat hanya mengandalkan kenyang dan enak sehingga cenderung abai terhadap kandungan gizinya.
Dyah berharap, dengan pengetahuan dari mahasiswa tersebut di harapkan mampu meberikan pencerahan bagi masyarakat setempat “melalui kalianlah nantinya yang akan membantu masyarakat untuk memahami lebih lanjut tetang gizi seimbang hariannya,” ujar Dyah.
Dyah menuturkan, stunting akan menyebabkan kondisi tubuh anak akan menjadi lebih rendah, lebih sering disangka sebagai faktor genetik atau keturunan dari orangtuanya, sehingga masyarakat tidak banyak bertindak untuk mencegahnya.
Padahal stunting bukan hanya berdampak pada kondisi tubuh anak yang tidak berkembang namun juga berimbas pada kondisi otak yang tidak bagus pekembangannya.
Oleh sebab itu, dengan hadirnya mahasiswa KKN ini dapat memberikan pencerahan untuk masyarakat agar lebih sadar terhadap asupan gizinya.
Karena stunting merupakan masalah gangguan gizi kronis yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
Ia menyebutkan, ada 3 komponen utama penangulangan stunting yang harus di perhatikan yaitu pola asuh, pola makan, dan air bersih sanitasi.
Ketiga hal itulah, kata Dyah, yang harus diperhatikan dan merupakan kunci utama untuk mencegah stunting.
“Jika ini diterpakan dengan benar, maka Aceh ke depan akan bebas dari stunting,” ujar Dyah.(rel)
BACA JUGA BERITA POPULER
• Usai Bunuh Hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum Berencana Menikah dengan Jefri Pratama dan Umrah Bareng
• Zuraida Hanum Menangis Saat Rekonstruksi Pembunuhan Suaminya Hakim Jamaluddin
• Rajif Fandi Anak Lelaki Hakim Jamaluddin Minta Ibu Tiri Zuraida Hanum Dihukum Penjara Seumur Hidup
• Penjinak Ular Ini Dipanggil untuk Meringkus King Kobra, Begini Nasibnya saat Nekat Cium Ular Kobra
• Mencari Jabal Magnet di Aceh Besar, Eh Ketemunya Malah Jalan Berserak Sampah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dyah-erti-idawati-minta-mahasiswa-kkn-kampanyekan-pencegahan-stunting.jpg)