Haba Senator

Haji Uma Pertanyakan Perbaikan Jalan Eks Mobil Oil kepada Menkeu Sri Mulyani

Jalan tersebut di bawah penguasaan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Haji Uma Pertanyakan Perbaikan Jalan Eks Mobil Oil kepada Menkeu Sri Mulyani
For serambinews.com
Senator Aceh, H Sudirman atau lebih dikenal Haji Uma seusai rapat kerja dengan Menteri Keuangan dan jajaran Kemenkeu di Gedung DPD RI, Selasa (14/1/2020) 

Jalan tersebut di bawah penguasaan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Senator Aceh H Sudirman atau lebih dikenal Haji Uma menyoroti jalan eks Mobil Oil di Matangkuli-Pirak Timu Aceh Utara yang rusak parah dan tidak pernah diperbaiki.

Jalan tersebut di bawah penguasaan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Haji Uma melaporkan kondisi jalan yang rusak parah itu kepada Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani dalam rapat kerja Komite IV dan Kementerian Keuangan di Gedung DPD RI, Selasa (14/1/2020).

"Jalan tersebut eks jalan Mobil Oil dan saat ini dalam penguasaan LMAN. Tapi tidak pernah diperbaiki.

Sementara masyarakat sangat membutuhkan jalan tersebut sebagai urat nadi transportasi," kata Haji Uma selaku Anggota DPD RI asal Aceh ini. 

Mesum di Kebun Sawit, Penghulu dan Wanita Penjual Ikan Ditangkap Warga

Haji Uma Minta Kementerian KUMKM Perhatikan Pelaku UMKM Aceh

Ular Kobra Teror Warga di Aceh Tamiang, Sebulan Terakhir Sudah Dua Kobra Ditangkap Petugas BPBD

Haji Uma yang dikenal dari namanya itu dalam film komedi Aceh "Eumpang Breuh" ini mengatakan jika LMAN tidak mampu memperbaiki, maka serahkan saja jalan tersebut ke pemerintah daerah.

Dengan demikian lebih mudah diperaiki oleh pemerintah daerah. 

"Daripada seperti sekarang, mau diperbaiki tidak bisa, sementara kondisi jalan rusak parah," ujar Haji Uma. 

Dalam kesempatan itu H Sudirman juga mempertanyakan kelangsungan dan kelanjutan KEK Arun yang sampai saat ini masih tersendat.

"Semua aset di KEK ada di bawah LMAN. Sedangkan pengelolaan KEK ada di Pemerintah Aceh.

Bagaimana ini bisa disinkronkan, sehingga program KEK cepat jalan. Kalau kita cermati, saat ini KEK masih banyak kendala," ujar Haji Uma. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved