Kisah Hakan Sukur, Mantan Pesepak Bola Turki dan Inter Milan, Jadi Sopir Taksi Online Karena Erdogan

Mantan pesepak bola Turki Hakan Sukur menyatakan, dia menjadi sopir taksi online karena Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Editor: Faisal Zamzami
Instagram
Hakan Sukur 

Ia pun akhirnya memutuskan kembali ke Turki dan bermain untuk Galatasaray.

Tercatat, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Super pada 2006 dan 2008 hingga gantung sepatu.

Selepas dari dunia sepak bola, Sukur mencoba peruntungan di dunia politik.

Kala itu, ia tergabung menjadi anggota Parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang merupakan kendaraan politik Erdogan.

Sukur banyak tersandung masalah seperti dikritik karena menerima tawaran sebagai pandit di Lig TV meski statusnya pada saat itu adalah murni seorang politikus.

Kontroversi lainnya tak kalah menghebohkan.

Saat berada dalam sidang yang membahas anggaran pendidikan,

Sukur meninju Haydar Akar, anggota parlemen dari partai oposisi CHP.

Namanya pun kembali menjadi topik utama di Turki

Puncaknya saat Sukur diketahui mengundurkan diri dari AKP yang notabene ada sosok Erdogan yang bercokol di sana. 

Tak lama kemudian, nama Sukur kembali disorot karena kicauannya di Twitter yang dianggap menghina Presiden Erdoğan dan anaknya.

Ia didakwa oleh peradilan Turki karena dianggap menghina Presiden Erdoğan dan anaknya.

Puncaknya terjadi saat gerakan Gülen yang didukung oleh Sukur, dituduh sebagai dalang dari percobaan kudeta gagal pada 15 Juli 2016.

Alhasil, seluruh pendukungnya (termasuk Sukur) dikenai surat penahanan dari pemerintahan Erdogan.

Sukur pun memilih mengasingkan diri ke luar negeri. 

Tak hanya diancam penjara, seluruh harta kekayaannya dan milik sang ayah yang mencapai 200 juta Lira disita oleh pemerintah pada 2017.

Sukur pun juga terancam tak lagi bisa menginjakkan kakinya di Turki yang merupakan tanah kelahirannya.

Seperti pemberitaan oleh Daily Sabah, Sukur kabarnya menjalankan usaha restoran-kafe di Palo Alto, Caifornia, Amerika Serika.

Di sana, ia menjalani nasib sebagai mantan warga negara Turki yang memang diasingkan dari negerinya sendiri. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved