Breaking News:

Kisah Hakan Sukur, Mantan Pesepak Bola Turki dan Inter Milan, Jadi Sopir Taksi Online Karena Erdogan

Mantan pesepak bola Turki Hakan Sukur menyatakan, dia menjadi sopir taksi online karena Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Instagram
Hakan Sukur 

Hakan Sukur lalu bergabung dengan gerakan Fethullah Gulen yang juga berpisah dari Erdogan sejak penyelidikan dimulai.

Pada Juni 2016, Hakan Sukur menjalani persidangan atas dugaan penghinaan terhadap Erdogan.

Ia dituduh melarikan diri ke AS untuk menghindari kasus tersebut.

Namun, mantan kapten timnas Turki itu menepis tuduhan tersebut.

Sosok dan Karir Hakan Sukur

Pria kelahiran Adapazari, 1 September 1971 itu, pertama kali mengawali karirnya di lapangan hijau di sebuah tim lokal bernama Sakaryaspor yang baru saja promosi ke Liga Super Turki.

Karirnya mulai bersinar kala ia pindah ke klub besar Turki, Galatasaray.

Di musim pertamanya Şükür membawa Galatasaray meraih gelar Liga Super dan 5 gol di Piala Turki dengan torehan 19 gol.

Prestasinya semakin menjadi buah bibir masyarakat Turki, khususnya pendukung Galatasray.

Saat itu, Sukur mencetak 16 gol dan berhasil mempertahankan gelar Piala Super Turki

Sayang, tren positif atas prestasinya di tanah sendiri tak berlanjut di negeri asing.

Tercatat, ia pernah bermain di Serie A (Liga Italia) dan Premier League (Inggris).

Ia sempat merumput bersama Torino, Inter Milan dan AC Parma di Italia.

Klub asal Inggris, Blackburn Rovers pun pernah diperkuat olehnya saat bermain di ajang Premier League.

Sayang, Sukur harus terseok-seok di liga-liga tersebut.

Ia pun akhirnya memutuskan kembali ke Turki dan bermain untuk Galatasaray.

Tercatat, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Super pada 2006 dan 2008 hingga gantung sepatu.

Selepas dari dunia sepak bola, Sukur mencoba peruntungan di dunia politik.

Kala itu, ia tergabung menjadi anggota Parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang merupakan kendaraan politik Erdogan.

Sukur banyak tersandung masalah seperti dikritik karena menerima tawaran sebagai pandit di Lig TV meski statusnya pada saat itu adalah murni seorang politikus.

Kontroversi lainnya tak kalah menghebohkan.

Saat berada dalam sidang yang membahas anggaran pendidikan,

Sukur meninju Haydar Akar, anggota parlemen dari partai oposisi CHP.

Namanya pun kembali menjadi topik utama di Turki

Puncaknya saat Sukur diketahui mengundurkan diri dari AKP yang notabene ada sosok Erdogan yang bercokol di sana. 

Tak lama kemudian, nama Sukur kembali disorot karena kicauannya di Twitter yang dianggap menghina Presiden Erdoğan dan anaknya.

Ia didakwa oleh peradilan Turki karena dianggap menghina Presiden Erdoğan dan anaknya.

Puncaknya terjadi saat gerakan Gülen yang didukung oleh Sukur, dituduh sebagai dalang dari percobaan kudeta gagal pada 15 Juli 2016.

Alhasil, seluruh pendukungnya (termasuk Sukur) dikenai surat penahanan dari pemerintahan Erdogan.

Sukur pun memilih mengasingkan diri ke luar negeri. 

Tak hanya diancam penjara, seluruh harta kekayaannya dan milik sang ayah yang mencapai 200 juta Lira disita oleh pemerintah pada 2017.

Sukur pun juga terancam tak lagi bisa menginjakkan kakinya di Turki yang merupakan tanah kelahirannya.

Seperti pemberitaan oleh Daily Sabah, Sukur kabarnya menjalankan usaha restoran-kafe di Palo Alto, Caifornia, Amerika Serika.

Di sana, ia menjalani nasib sebagai mantan warga negara Turki yang memang diasingkan dari negerinya sendiri. 

Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved