Marisa Padila, Gadis Kopi, Menapaki Mimpi

Gadis gunung yang lahir di hamparan perkebunan kopi, Tanah Gayo. Marisa Padila. Siap bertarung di ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA 3) 2020....

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Marisa Padila. 

Marisa Padila, Gadis Kopi, Menapaki Mimpi

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Gadis gunung yang lahir di hamparan perkebunan kopi, Tanoh Gayo. Marisa Padila. Siap bertarung di ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA 3) 2020. Menyusur jejak dua seniornya Nabila dan Faul Lida yang telah membuka jalan indah bagi generasi berbakat seni vokal dari Provinsi Aceh.

Mewakili Kabupaten Bener Meriah, Marisa, akrab disapa Ica, sudah sejak lama menaruh impian berada di panggung gemerlap yang ditonton jutaan pasang mata Indonesia itu. Ajang dangdut paling kompetitif yang digelar televisi Indosiar.

"Saya ingin membanggakan masyarakat Tanoh Gayo, masyarakat Tanah Aceh dan masyarakat Indonesia. Saya ingin jadi permata bagi masyarakat melalui bakat seni suara yang saya miliki," kata Ica yang sejak dua pekan ini sudah berada di Jakarta.

Kedua orang tuanya, M Yusuf dan Aida Wati, memberi segenap cinta dan dukungan bagi si bungsu dari tiga bersaudara ini. Kakaknya, Taslina, abangnya Aidul Fadlan. Dalam banyak kesempatan, M Yusuf sekeluarga ikut mengantar Ica ke berbagai even seni di Bener Meriah dan Aceh Tengah.

DPRK Aceh Tenggara Ajak DPRK Aceh Selatan Dorong Pembukaan Jalan Tembus Aceh Selatan-Aceh Tenggara

Goresan Tangan Terdakwa Pembunuh Sopir Travel, Rela Dihukum Mati Demi Menebus Dosa

Tingkatkan Populasi, Pemerintah Rusia Siapkan Rp 100 Juta Bagi Warga yang Melahirkan

"Doakan, Ica bisa mengukir prestasi juga. Mohon dukungannya," kata M Yusuf saat dalam satu kesempatan di Bener Meriah. Ica sebetulnya ingin langsung ikut LIDA 2019. Tapi batal, karena belum cukup umur yang disyaratkan.

Menetap di desa kecil, Sukarami, Kecamatan Wih Pesam Bener Meriah, Ica saat ini duduk di SMP Negeri 1 Wih Pesam. Lahir pada 9 Februari 2005.

Pendidikan sekolah dasar juga ia jalani di desanya yang dilingkupi hamparan kebun kopi itu. Seperti juga keluarga Gayo lainnya, Ica sekeluarga juga petani kopi.

Bakat menyanyi Ica sudah mulai kentara saat umur tujuh tahun. Ia lalu mengikuti aneka lomba, baik tingkat SD maupun SMP.

Sejak itulah Ica mulai membayangkan menjadi seorang penyanyi yang baik dan profesional. Angannya itu ia pupuk dengan baik. Ia mulai tekun berlatih nyanyi, mempelajari lagiu-lagu dari genre pop, dangdut dan sebagainya.

Cut Linda Gadis Lhokseumawe, Sang Bintang Radio Nasional yang Mulai Rilis Lagu

Bakat dan kemampuan menyanyinya itu lalu disalurkan dalam kompetisi THE VOICE KIDS INDONESIA DI GLOBAL TV. Ia berhasil mencapai sampai tahap 3. Saat ikut lomba ini, ia kelas 5 SD.

Ica ters mengasah kemampuan vokal dan seni panggungnya dengan mengikuti banyak acara pentas seni, seperti di ulang tahun Aceh Tengah bersama Nabila Lida dan Naura "The Voice Kids Indonesia" juga acara di Rumah Adat Baleatu Redelong bersama Faul Lida.

Keterampilan bernyanyi terus diasah dengan belajar ke banyak orang. Pada awal audisi untuk LIDA 2020, Ica secara khusus belajar vokal kepada salah seorang penyanyi senior Gayo, Zuhra di Takengon. Bimbingan vokal kemudian diberikan oleh Nina Lucky dan Soneta setelah lolos audisi.

"Alhamdulillah, saya bersyukur lolos tahap audisi. Tapi langkah masih panjang, doakan Ica," harapnya setelah Ica dinyatakan menjadi duta Provinsi Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved