Berita Aceh Jaya

Terkait Meninggal Ibu dan Anak, Keluarga Minta Petugas Dipecat, Dirut: Tak Semua Permintaan Dipenuhi

Rumah Sakit Umum (RSU) Teuku Umar, Calang dikabarkan akan melakukan pemecatan terhadap beberapa petugas medis yang menangani pasien asal Teunom ...

Terkait Meninggal Ibu dan Anak, Keluarga Minta Petugas Dipecat, Dirut: Tak Semua Permintaan Dipenuhi
SERAMBINEWS.COM/RISKI BINTANG
Direktur RSU Teuku Umar, dr Eka Rahmayuli. 

Terkait Meninggal Ibu dan Anak, Keluarga Minta Petugas Dipecat, Dirut: Tak Semua Permintaan Dipenuhi

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Rumah Sakit Umum (RSU) Teuku Umar, Calang dikabarkan akan melakukan pemecatan terhadap beberapa petugas medis yang menangani pasien asal Teunom yang hendak melahirkan namun meninggal di RS tersebut.

Sumber yang dihimpun Serambinews.com, pemecatan terhadap petugas medis yang notabene merupakan petugas medis berstatus tenaga bakti, untuk menuruti permintaan dari suami pasien yang meninggal di rumah sakit tersebut.

Namun informasi yang juga sudah beredar di media tersebut, dibantah oleh Direktur RSU Teuku Umar, dr Eka Rahmayuli saat dihuhubungi Serambinews.com, Kamis (16/1/2020)

“Kita belum mengambil keputusan apapun, cuma mungkin nanti ada tindakan,” jelasnya saat menjawab Serambinews.com

Ia juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum duduk bersama untuk mengambil sikap terhadap apa yang terjadi di rumah sakit beberapa waktu lalu.

Indonesia Masters 2020 - Jonatan Christie Manfaatkan Kegugupan Lawan

Warga Darul Aman Aceh Timur Shalat Minta Hujan, 500 Hektare Padi Terancam Gagal Panen 

Dr H Aslam Nur MA Dilantik Menjadi Rektor Unmuha Aceh

Dr Eka juga membenarkan, jika memang ada permintaan dari pihak keluarga pasien untuk diberhentikannya petugas medis yang saat itu piket.

 “Jadi dari pihak keluarga minta ultimatum, yang salah satunya diberhentikan, tapi memang kita akan duduk dengan managemen terkait sikap apa yang akan kita ambil,” tandasnya.

Menurutnya, pihak keluarga memang meminta pernyataan dari pihak rumah sakit untuk melakukan pemecatan terhadap empat petugas medis, namun menurutnya keputusan baru akan diambil setelah duduk dengan menagemen dan juga koordinasi dengan Bupati Aceh Jaya.

“Memang statmen itu yang diminta oleh pihak keluarga (pihak rumah sakit akan memecat empati petugas medis) tidak semua permintaan itu bisa kita penuhi, karena memang tidak ada kesalahan medis yang dijalankan hanya misKomunikasi yang membuat keluarga tersinggung,” tandasnya.

Penduduk Miskin Aceh Turun Lagi 9.240 Orang, Begini Penjelasan Kepala Bappeda Aceh

Rumah Pembuat Batu Bata di Seuneubok Punteut Peudawa Hangus Terbakar

Tambahnya, hingga saat ini pihak keluarga sendiri hanya meminta sanksi diberikan kepada para petugas medis dan tidak ada permasalaah dengan dokter spesialis yang saat itu bertugas.

“Karena yang dikomplain keluarga ternyata masalah komunikasi, ada kata-kata yang membuat keluarga tersinggung dan itu dari petugas bukan dokter yang saat itu piket,” imbuhnya.

Ditanya terkait akan ada pemecatan terhadap petugas medis dalam masalah ini, dirinya belum berani menyampaikan hal tersebut.

“Kita berkoordinasi dengan pak Bupati dulu,” tutupnya.(*)

Ditikung Ayah Sendiri, Pria Ini Bunuh Janda yang Dicintainya: Pilih Bapak Saya Atau Saya?

Marisa Padila, Gadis Kopi, Menapaki Mimpi

Kisah Pria Derita Ribuan Benjolan di Tubuhnya, Dipaksa Pakai Topeng hingga Kehilangan Pekerjaan

Penulis: Riski Bintang
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved