Sunda Empire
Heboh Video Kegiatan Sunda Empire di Aceh Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi
Kegiatan Sunda Empire itu berlangsung pada Agustus 2019 lalu di sebuah kafe di wilayah Aceh Utara.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dalam dua hari ini masyarakat Aceh dihebohkan dengan tersebarnya video tentang aktifitas ormas yang menamakan diri Sunda Empire- Earth Empire (SEE- EE).
Bahkan kegiatan mereka tersebut sempat disiarkan olah sebuah televisi swasta nasional.
Atas tersebarnya video tersebut pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan.
Namun sesuai informasi yang dihimpun Serambinews.com, video yang tersebar itu merupakan kegiatan yang telah berlangsung pada Agustus 2019 lalu di sebuah kafe di wilayah Aceh Utara.
Kegiatan tersebut menyosialisasikan tentang SEE-EE.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui wakilnya Kompol Ahzan, saat dikonfirmasi Serambinews.com, membenarkan pernah ada aktifitas SE-EE di wilayah hukumnya. Namun aktifitas tersebut berlangsung pada Agustus 2019 lalu.
• ‘Sunda Empire’ belum Terdeteksi di Kabupaten Aceh Barat Daya, Ini Kata Polisi
• Ngaku Berpangkat Letjen, Petinggi Sunda Empire Klaim Bisa Hentikan Perang Nuklir & Gratiskan Sekolah
• Roy Suryo Tertawakan Petinggi Sunda Empire saat Bicara Sejarah, Karni Ilyas Ngomel: Ini Serius Loh
Menurut Kompol Ahzan, kegiatan itu berlangsung di sebuah kafe di kawasan Samudera Geudong, Aceh Utara.
"Kegiatan itu berupa sosialisasi tentang program mereka (SEE-EE) saja," katanya.
Setelah acara sosialisasi tersebut, lanjut Kompol Ahzan, maka tidak ada kegiatan lain yang digelar SEE-EE di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.
"Hasil penyelidikan sementara yang kami lakukan, tidak unsur pidana dari yang mereka lakukan," pungkas Ahzan.
Kontroversi Sunda Empire
Jajaran klaim kontroversi Sunda Empire: Pengendali Nuklir, Kaisar Matahari, negara wajib daftar ulang agar tak kiamat.
Keberadaan Sunda Empire di Jawa Barat, masih menjadi perbincangan.
Klaim-klaim kontroversial dari Kerajaan atau Kekaisaran di Bandung ini menjadi buah bibir di masyarakat Indonesia hingga kini.
Bahkan beberapa kali pimpinan Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana, muncul di TV untuk berbicara.
Meski begitu, beberapa pernyataan dari Kaisar Sunda Empire ini banyak dipertanyakan.
Salah satunya seperti, berakhirnya dunia di bulan Agustus 2020, hingga bisa mengendalikan nuklir.
Simak jajaran klaim kontroversi Kerajaan Sunda Empire - Earth Empire berikut:
Kiamat pemerintahan dunia
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Facebook, kemunculan Sunda Empire menuai perbincangan publik.
Unggahan terkait Sunda Empire - Earth Empire ini diunggah oleh warganet Re**y Khai**ni Mil**r di Facebook.
Dalam postingannya tersebut, warganet tersebut menuliskan mengenai pertemuan Sunda Empire - Earth Empire di Bandung.
Ia bahkan menulis, sistem pemerintahan dunia dikendalikan koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia.
"SUNDA EMPIRE - EARTH EMPIRE, dalam menyambut Indonesia baru yg lebih makmur dan sejahtera, dgn system pemerintahan dunia yg dikendalikan dari koordinat 0.0 di Bandung sebagai mercusuar dunia."
"Masa pemerintahan dunia yg sekarang akan segera berakhir sampai dgn tgl 15 Agustus 2020."
"Mari kita persiapkan diri kita utk menyongsong kehidupan yg lebih baik dan sejahtera."
"Agar kita tidak menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya utk membayar tagihan yg terus naik dan biaya hidup yg terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yg tdk gratis, setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan??" tulis warganet akun Facebook tersebut dikutip Jumat (17/1/2020).
Kekaisaran Matahari dan Alexander The Great dari Macedonia
Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana menjelaskan soal asal usul dari kerajaannya itu.
Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Selasa (21/1/2020).
Dalam Sunda Empire, Rangga mengaku memiliki jabatan sebagai Sekretartis dari de Hern Zeventien.
Rangga menjelaskan, Sunda Empire merupakan satu di antara beberapa kerajaan matahari.
Kekaisaran Matahari disebutkan telah ada sejak Alexander the Great atau Alexander Agung yang merupakan Raja Kekaisaran Makedonia, Yunani.
Rangga mengatakan, kekaisaran matahari telah ada sejak 324 SM (sebelum masehi).
Pengendali Nuklir
Kerajaan itu pun mengklaim bahwa sudah bisa mengendalikan nuklir.
Petinggi Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana sendiri yang menyatakan hal itu.
"Keberadaan Sunda Empire atau Earth Empire adalah melahirkan tatanan bumi yang menyelamatkan atas keselamatan bumi dan umat keseluruhan," kata Ki Ageng Rangga Sasana dilansir dari kanal YouTube KompasTV, Senin (20/1/2020).
"Satu contoh tadi yang saya bilang, yang bisa menghentikan atas nuklir tidak diledakan adalah Sunda Empire," lanjutnya.
Ia berharap negara-negara yang ada di seluruh dunia untuk mengikuti sebuah sistem yang dinamakan Empire System.
Empire System sendiri menyerupai Pancasila, yaitu adil dan makmur.
Klaim Pajajaran Siliwangi
"Faktor daripada jabatan saya di sini, di Sunda Empire adalah Sekretaris de Hern Zeventien."
"Adalah panitia 17 sejak perang dunia kedua, sejak bom Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan maka seluruh pemerintah bumi dinolkan," imbuhnya.
Rangga melanjutkan, ketika itu Dinasti Pajajaran Siliwangi meneruskan pemerintahan di bumi yang akhirnya diberikan pada Vatikan.
Dalam kesempatan tersebut, Rangga juga menolak untuk menyamakan Sunda Empire dengan kerajaan yang lain seperti Keraton Agung Sejagat yang ditemukan di Purworejo, Jawa Tengah.
Kekaisaran Sunda / Sunda Empire pemilik sertifikat bumi
Rangga menerangkan, Sunda Empire merupakan sebuah sistem tata negara dunia.
"Lalu pada saat itu Kekaisaran Sunda selaku pemilik atas sertifikat bumi, yaitu atas Dinasti Pajajaran Siliwangi meneruskan atas tatanan bumi diberikan kepada Vatikan," jelas Rangga.
"Jadi faktor keberadaan Sunda Empire itu jangan disamakan dengan keraton-keraton yang muncul tadi."
"Ini sebuah sistem tata negara dunia yang ada di internasional," tambahnya.(*)
• VIDEO - Video Viral Ibu di Banda Aceh Gantung Kaki Anaknya ke Atas
• Bek Persiraja asal Inggris Tiba di Banda Aceh, Pekan Depan Langsung Latihan
• PBB Minta Myanmar Patuhi Keputusan Mahkamah Internasional
• Kisah Pilu Sukiyah, Hidup Ditemani Kegelapan Hingga Rambut Jadi Sarang Tikus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/heboh-sundaempire.jpg)