Breaking News:

Perkuat Kekuatan Udara, Prabowo Tambah Jet Tempur, Tapi Indonesia Butuh Ini Jika Ingin Maksimal

Jika kedatangan dua penempur kelas berat itu maka bisa dipastikan ruang udara Indonesia lebih terjaga karena dikawal jet-jet tempur wahid.

Heru Sri Kumoro/Kompas.com
Teknisi sedang menyiapkan pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara sebelum terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2014). 

Boeing Wedgetail milik AU AustraliaThe Telegraph

Videonya Viral di Medsos, Dua Penyerang Sopir Bus Telah Ditangkap Polisi Johor Malaysia

Heran Harun Masiku Belum Tertangkap, Karni Ilyas Pertanyakan Alat KPK yang Lebih Canggih dari Densus

Gegara Harun Masiku Buronan, KPK & PDIP Dipermalukan di ILC, Adian Napitulu Sentil Demokrat & PKS

Tentunya tidak, karena pertempuran udara masa kini menuntut sebuah kerjasama tim untuk tetap menguasai Air Superiority.

Indonesia sangat sangat butuh apa itu yang namanya jenis pesawat Airborne Warning And Control System (AWACS).

Mengutip Britannica.com, pesawat AWACS ialah pesawat untuk melakukan pengawasan jarak jauh dengan radar yang dibawanya.

Ia juga bisa menjadi markas komando di udara dimana bisa mengarahkan jalannya pertempuran baik di darat, laut dan udara.

Mengutip nato.int, AU Amerika Serikat (AS) misalnya punya seabrek pesawat jenis ini mulai dari Boeing 737 Wedgetail hingga P-8 Poseidon.

AU AS berkali-kali menggunakan markas terbang ini dalam menyukseskan kampanye militer mereka di Irak, Afghanistan, konflik Laut Cina Selatan (LCS) dan operasi-operasi tempur lainnya di seluruh belahan dunia.

Kegunaan pesawat ini amat banyak, ia bisa menuntun pergerakan pasukan kawan untuk segera menghantam target, menuntun pergerakan rudal hingga fungsinya yang amat penting yakni mata-mata.

()

Laksdya TNI Yudo Margono, Pangkogabwilhan I saat memantau kapal coast guard China dari atas udara.Tribunnews

Ambil contoh Australia yang sudah menerapkan di AU mereka bagaimana peperangan udara masa kini bakal dijalankan.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved