Disnaker Tamiang Usul Penambahan Kuota Usaha Mandiri
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Tamiang mengusulkan penambahan kuota
KUALASIMPANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Tamiang mengusulkan penambahan kuota peserta Usaha Mandiri (Usman) dari 272 orang menjadi 732 orang. Usulan ini sudah disampaikan Disnakertrans Aceh Tamiang ke Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh dan diharapkan bisa diwujudkan.
Kadisnakertrans Aceh Tamiang, Muhammad Zein, kemarin menjelaskan, program Usman cukup strategis untuk menekan angka pengangguran. Melalui program ini, masyarakat akan dilatih sesuai bakatnya dan kemudian diarahkan menjadi wirausahawan.
"Dengan begini status penganggurannya bisa gugur dan peserta tadi bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat lain," kata Muhammad Zein, Minggu (2/2/2020).
Dijelaskan, tahun ini program Usman yang diusulkan ke BLK Aceh sebanyak 46 kelas Mobile Training Unit (MTU). Satu kelas berisi 16 peserta sehingga kuota yang diusulkan pada tahun ini mencapai 736 orang. "Tapi ini sifatnya masih usulan, kita berharap BLK Aceh menyetujui sepenuhnya," jelasnya.
Usulan kuota ini, kata dia, meningkat tajam dibanding program pelatihan yang sudah dilakukan pada 2019, yakni hanya 272 orang. Peserta menjalani pelatihan selama 20-30 hari sesuai kejuruan yang dipilih.
Tidak berbeda dengan periode sebelumnya, tahun ini kejuruan yang disediakan meliputi pertanian, teknik informatika, komputer, bengkel, operator komputer, menjahit, dan membuat kue.
Namun sejauh ini Disnakertrans Aceh Tamiang belum memiliki ruangan khusus untuk menyelenggarakan pelatihan ini, sehingga terpaksa meminjam ruang milik lima sekolah, yaitu SMKN 1 Karangbaru, SMKN 2 Karangbaru, SMKN 3 Karangbaru, SMKN 1 Kota Kualasimpang, dan SMKN I Bendahara. (mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mzein.jpg)