Berita Aceh Utara

Menyedihkan, Korban kebakaran di Aceh Utara Mengungsi di Meunasah

Diberitakan, sebanyak delapan bangunan yang terdiri rumah, warung dan kios di Simpang Ektren pada Sabtu (1/2/2020) sekira pukul 03.00 WIB terbakar.

Menyedihkan, Korban kebakaran di Aceh Utara Mengungsi di Meunasah
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Delapan bangunan di simpang ektren kawasan Desa Pusong Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara terbakar. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebagian korban kebakaran di Simpang Ektren kawasan Desa Pusong Kecamatan Samudera Aceh Utara mengungsi di meunasah setempat dan sebagian lainnya mengungsi di rumah familinya.

Sedangkan untuk kebutuhan makan disediakan di dapur umum di lokasi kejadian.

Diberitakan, sebanyak delapan bangunan yang terdiri rumah, warung dan kios di Simpang Ektren pada Sabtu (1/2/2020) sekira pukul 03.00 WIB terbakar.

Akibat kejadian tersebut, mereka kehilangan tempat tinggal sehingga harus mengungsi. Korban yang terbakar rumahnya adalah Zulfikar (38), Irawati (40) dan Amiruddin (42).

Sedangkan kios yang terbakar milik Agusrizal (32), dan Tgk Mahdi (50) serta bengkel sepeda motor milik Bustami (56).

Kemudian dua kios lagi, milik M Jafar dan Amiruddin. Lalu, yang terkena imbas Kios milik Halimah yang disewakan Zubir.

“Kami sudah dua malam tidur di meunasah,” ujar Zulfikar kepada Serambi, Senin (3/2/2020).

Awak Susi Air Mendarat di Bandara Kuala Batu Abdya Diperiksa Suhu Tubuh, Ini Penjelasan Kadinkes

Peringati Tragedi Berdarah Arakundo, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Banda Aceh

Pemuda Lhokseumawe Gelar Aksi Kenang 21 Tahun Kasus Arakundo Aceh Timur, Ini Tuntutan Lengkapnya

Disebutkan, selain dirinya yang mengungsi di Meunasah, kemudian Mahdi, Bustami dan Saifannur anak dari Amiruddin.

Sedangkan Amiruddin bersama istrinya dan Irawati sudah pulang ke Lhok Nibong, Aceh Timur karena orang tuanya meninggal.

Sedangkan istri Zulfikar mengungsi di rumah keluarganya.

Setelah kejadian tersebut korban kebakaran selain kehilangan tempat tinggal juga kehilangan pencahariannya.

“Sebelumnya saya berjualan kopi, tapi setelah warung terbakar tak bisa berjualan lagi,” ujar Zulfikar. Begitu juga Bustami usaha bengkel, Agussalim usaha ponsel dan M Jafar usaha juala air tebu. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved