Senin, 27 April 2026

Sang Perintis Kedai Kopi Mobil Motif Gayo, Win Sempat Diragukan Istri

Sebuah mobil van unik parkir di halaman Gedung Olah Seni (GOS) Takengon. Mobil ini menjadi pusat perhatian, karena seluruh "tubuh" mobil dipenuhi...

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Riswandi pemilik "Om Win Mobile" salah seorang perintis usaha kedai kopi mobil di Takengon. 

Sang Perintis Kedai Kopi Mobil Motif Gayo, Win Sempat Diragukan Istri

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sebuah mobil van unik parkir di halaman Gedung Olah Seni (GOS) Takengon. Mobil ini menjadi pusat perhatian, karena seluruh "tubuh" mobil dipenuhi hiasan motif Gayo yang dicetak dalam bentuk stiker.

Di kedua sisi mobil tertera tulisan "Om Win Mobile" 100 % Arabika Gayo. Mobil dengan model dan motif yang sama juga terdapat di Sigli dan Banda Aceh.

Pemilik "mobil berkerawang Gayo" itu bernama Riswandi, akrab disapa Win. Anak muda kreatif, salah seorang perintis bisnis kedai kopi mobil.

"Untuk Aceh Tengah boleh dibilang saya perintis. Untuk Bener Meriah ada Sdr Parmin, pemilik kedai mobil merek Raden Bagus," cerita Win seraya menyuguhkan secangkir arabika seduhannya.

"Om Win Coffee" dengan hiasan motif Gayo di sekujur tubuh mobil, merupakan salah satu model kedai kopi berjalan atau "mobile coffee" yang saat ini umum ditemui di sejumlah tempat di Aceh Tengah dan Bener Meriah, dua daerah penghasil kopi arabika utama di dunia, dengan luasan areal 106 ribu hektar.

Saat ini ada 120 unit kedai kopi mobil di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kedai kopi mobil ini bisa ditemui di sejumlah tempat, siang dan malam.

Lagi-lagi Terjadi Antrean di SPBU Gayo Lues, Sudah Tiga Hari tidak Beroperasi

DPRK Banda Aceh Minta Puskesmas Sediakan Layanan Persalinan dan Dokter Kandungan

Tidak ada Korban Jiwa Dalam Kebakaran Tersebut, Diduga Akibat Konsleting Listrik

Pelaku usaha kopi mobil ini membentuk komunitas yang mereka sebut "Komunitas Kopi Mobil Indonesia Tanah Gayo" yang diketuai Win.

Organisasi komunitas ini masih baru. Saat ini sedang mempersiapkan aturan dasar dan rumah tangga. "Kita sadar, kami harus kuat dengan cara bersatu," kata Win mengenai gagasan membentuk komunitas. Sehari-hari ia menggelar dagangan dengan memarkir mobil kopinya di halaman GOS Takengon, persis di depan Gedung DPRK Aceh Tengah.

Dua mobil "Om Win Coffee" di Sigli, satu di Banda Aceh dan satu di Lhokseumawe, merupakan usaha "franchise" bersama koleganya. Sementara unit milik pribadi Win cuma satu, yang dioperasikannya setiap hari.

Sebagai kedai kopi mobil, Win melengkapi mobilnya dengan genset, mesin seduh kopi, beberapa laci dan perlengkapan lainnya. Dengan mobil itu Win berjualan kopi hampir seluruh Aceh, termasuk Sabang.

Komema Latih Reportase Investigasi untuk 40 Jurnalis Muda di Aceh

VIDEO - Detik-detik Ketua DPR AS Sobek Naskah Pidato Trump

"Kami juga pernah jalan ke Jakarta, berjualan sepanjang jalan Lintas Sumatera," katanya.

Usaha mobil kopi dimulai pada 2015. Ia mendapat ide jualan kopi mobil dari usaha "food truck" yang ia saksikan di Jakarta. Ia terpaksa memendam idenya berjualan kopi mobil sebab belum punya modal untuk beli mobil.

Berbekal tekad dan nekad, akhirnya ia putuskan ambil kredit mobil dengan uang tanda jadi Rp 1 juta dan uang muka Rp 17 juta. Semua modal awal itu ia minta bantuan kawan-kawannya. Dengan susah payah dan tertatih-tatih akhirnya ia mampu membeli peralatan dan mendisain interior mobil dan eksterior mobil seperti tampak terlihat seperti sekarang.

"Saat saya mulai usaha ini, istri saya sendiri marah sebab takut tak bisa membayar cicilan kredit mobil. Berbagai bayangan buruk terlintas di benak istri saya. Tapi kemudian saya yakinkan, agar kuat dan fokus," kisah Win.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved