Breaking News:

Merawat Melayu dari Yala

Provinsi Yala, Thailand, adalah salah satu dari pecahan Pattani bersama dengan Naratiwat. Yala (dalam bahasa Thai ยะลา) merupakan wilayah (changwat)

Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Teuku Dadek SH, Asisten II Setda Aceh. 

Kelihatan bahwa sejak kecil anak-anak Yala dididik punya semangat nasionalisme Thailand, tapi berbudaya global dan  lokal.

Melayu Day dilaksanakan di Chang Peuh , Lapangan Gajah Putih, sebagai upaya melestarikan budaya Melayu. Peuh adalah supak, bukan putih sebagai warna putih di mobil.

Saya katakan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Aceh, Jamaluddin MSi agar saat Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke depan juga diundang peserta dari berbagai negara.

Lima Provinsi Yala, Songkla, Naratiwat, Satun, dan Pattani adalah target kunjungan wisata ke Aceh.

"Kita berharap penduduk lima provinsi ini bisa ke Aceh sebagai bukti sukses kita menggaet masyarakat Melayu Penang, Kedah, dan Johor serta bagian lain Malaysia," ujar Ramadhani Kabid Pariwisata  di Dinas Budpar Aceh.

"Wilayah Melayu saja kita belum habis memperkenalkan wisata halal Aceh, apalagi ke kawasan lain," ujar Dani.

Yala adalah pusat pendidikan, terutama pusat pendidikan kolej, polisi, dan keperawatan. "Bagaikan Yogya, tetapi kalau kuliah orang Yala lebih banyak ke Yogya, Palembang, dan lainnya," ujar Usman.

Makanya Melayu Day banyak diikuti oleh perguruan tinggi, termasuk Universitas Syiah Kuala.

Pada acara Melayu Day ini banyak sekali perguruan tinggi yang ikut serta. Itu mereka lakukan dalam rangka menarik mahasiswa dari Yala ke universitas mereka.

Atlet PON Aceh Batal Latihan ke Cina, Ini Penyebabnya

Jack Ma Borong Montong

Durian montong adalah salah satu wisata buah yang terkenal di Yala. Sekarang lagi musim mangga, jeruk atau limau manis, sawo, dan lainnya. Bahkan di Thailand juga dibudidayakan anggur dan kurma.

Montong adalah salah satu buah favorit di Yala dan seluruh Thailand. "Sekarang belum musim, nanti akan musim sekitar bulan Agustus," ujar Usman.

Setiap kali musim durian Montong sudah diijon oleh Jack Ma, Bos Alibaba. "Sebagian besar montong Yala sudah dibeli oleh Jack Ma meskipun  belum berbuah," kata Usman.

Jack Ma rupanya menjual kembali durian montong tersebut di luar Thailand, terutama di Cina. "Harganya bisa mencapai lima kali lipat dibandingkam di Yala, bahkan lebih," ungkap Usman.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved