Breaking News:

Tradisi Kuping Panjang Mulai Punah, Simbol Kecantikan Perempuan Dayak, Selalu Pakai Puluhan Anting

Tradisi khas suku dayak ini telah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Keunikannya kerap mencuri perhatian.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON
Tipung Ping (baju motif bunga merah) dan Kristina Yeq Lawing (baju biru) saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (5/2/2020). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON) 

Hal itu diungkapkan demi alasan kesehatan dan memudahkan aktivitas.

Namun Kristina dan Tipung menolak bujukan mantri tersebut.

Mereka memilih untuk tetap mempertahankan tradisi cuping panjang yang sudah mereka lakukan sejak kecil.

Telinga Sudah Dilubangi Sejak Usia 3 Tahun

Kristina menceritakan jika tradisi Kuping panjang bukan hanya untuk perempuan.

Laki-laki di suku Dayak juga memanjangkan cuping telinga mereka sebagai simbol kegagahan.

"Maknanya sama. Laki-laki akan terlibat lebih gagah jika telinga panjang," kata Kristina.

Ia sendiri mulai melakukannya sejak usia 3 tahun.

Ia bercerita jika sang ibulah yang melubangi telinganya menggunakan kayu lalu diikat kain hitam.

Setelah lukanya sembuh, lubang tekungan diberi satu anting.

Semakin bertambah usia, maka jumlah anting yang digunakan juga akan bertambah.

Di usia 71 tahun, Kristina sudah menggunakan puluhan anting Beban dari anting yang membuat lubang telinganya memanjang.

"Mama saya bikin lubang sejak usia tiga tahun. Semakin usai bertambah, anting diperbanyak di telinga," kata perempuan kelahiran 1949 itu.

Diakui Tak Berkarat dan Tak Pernah Dilepas

Kristina mengatakan anting yang ia gunakan terbuat dari logam putih yang tidak berkarat.

Anting tersebut didapatkan orangtua Kristina dari Sarawak, Malaysia.

"Anting ini tidak karat. Orangtua saya ambil dari Sarawak, Malaysia," katanya.

Kala itu, banyak orang Dayak di Long Pahangai pergi ke Sarawak melewati sungai dan perbukitan.

Ia bercerita, sejak usia tiga tahun ia tak pernah melepas anting-anting ya ia gunakan.

Awalnya ia mengaku sempat terganggu terutama saat tidur. Namun dengan berjalannya waktu, ia mulai terbiasa.

Bahkan dengan kuping panjang ia masih bebas berburu.

Selain Kristina, saat itu ada puluhan perempuan Dayak yang masih melakukan tradisi kuping panjang.

Namun di era 1970-an, penggunaan anting agar cuping kuping panjang semakin berkurang.

Tradisi yang mulai punah

Daerah Long Pahangai berdekatan dengan Sarawak, Malaysia.

Orang Dayak di wilayah itu sering pergi ke Sarawak melewati sungai dan perbukitan.

Di era Kristina, rata-rata perempuan Dayak di wilayah itu memiliki cuping telinga panjang dengan puluhan anting. Namun, tradisi ini kini ditinggalkan.

Sejak era 1970-an penggunaan anting panjang terus berkurang hingga kini.

Data Yayasan Telinga Panjang menyebutkan, total perempuan Dayak yang kini memiliki cuping telinga panjang tak lebih dari 100 orang di Kaltim.

Sebanyak 60 persen di antaranya berada di Kabupaten Mahakam Ulu, termasuk kedua nenek ini.

"Sekarang tidak ada lagi. Hanya kami dua saja yang punya," sambung Tipung Ping.

Kepunahan tradisi ini bukan hanya karena ditinggalkan perempuan generasi milenial.

Tapi juga kampanye tim kesehatan di kecamatan dan kelurahan setempat yang menyebutkan bahwa memakai banyak anting di cuping tidak bagus untuk kesehatan.

Pada tahun 1980-an, Kristina dan Tipung pernah diminta mantri untuk memotong telinga panjang karena alasan kesehatan dan memudahkan beraktivitas.

Tapi saat itu, keduanya menolak tawaran itu.

Di Kampung Long Isun, hanya kedua perempuan Dayak ini yang masih mempertahankan tradisi cuping panjang.

Simbol kecantikan

Kata keduanya, cuping telinga panjang menurut kepercayaan perempuan Dayak adalah simbol kecantikan.

"Supaya lebih cantik. Zaman dulu semakin panjang cuping telinga, semakin cantik," sebut keduanya.

Kristina dan Tipung mengaku sudah sering kali membujuk cucu-cucunya untuk memanjangkan cuping dengan menggunakan anting besar.

Namun mereka menolak.

Alasannya, zaman sudah modern, dan mereka malu memakai cuping telinga panjang.

"Saya suka bujuk cucu tapi mereka enggak mau bikin. Bilangnya, sudah modern," kata Kristina.

Bukan hanya perempuan, laki-laki juga sebenarnya punya tradisi cuping telinga panjang.

Hanya, cuping telinga laki-laki tak sepanjang perempuan.

"Maknanya sama. Laki-laki akan terlibat lebih gagah jika telinga panjang," kata Kristina.

Mengharukan! 11 Hari Terpisah, Perawat Pasien Corona hanya Bisa Menatap Calon Suami dari Balik Kaca

Ujian SKD Bagi 5.049 Pelamar CPNS Bireuen Tuntas, Ini Nama Peraih Nilai Tertinggi

Gatra Geudong Alue Jumpa Putra Raja Jeumpa di Final, Turnamen Sepakbola Anggota DPRK Bireuen 2020

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Tradisi Kuping Panjang, Simbol Kecantikan Perempuan Dayak, Gunakan Puluhan Anting Tiap Hari"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved