Breaking News:

Suara Parlemen

Wakil Rakyat Aceh TA Khalid Minta Kementan Tuntaskan Program "Satu Desa Satu Penyuluh Pertanian"

Wakil rakyat Aceh di Komisi IV DPR RI ini menyampaikan desakan ini dalam rapat kerja Komisi IV dengan Sekjen Kementerian Pertanian, Momon Rusmono MS.

For serambinews.com
TA Khalid, Wakil Rakyat Aceh di Komisi IV DPR RI 

Wakil rakyat Aceh di Komisi IV DPR RI ini menyampaikan desakan ini dalam rapat kerja Komisi IV dengan Sekjen Kementerian Pertanian, Momon Rusmono MS.

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Dapil Aceh, Ir H TA Khalid MM, mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) menuntaskan Program "Satu Desa Satu Penyuluh Pertanian" 

Wakil rakyat Aceh di Komisi IV DPR RI ini menyampaikan desakan ini dalam rapat kerja Komisi IV dengan Sekjen Kementerian Pertanian, Momon Rusmono MS.

Rapat di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2020) ini juga diikuti Dirjen Hortikultura, Prihasto dan jajaran Kementerian Pertanian.  

"Saya mau menanyakan tentang program satu desa satu penyuluh. Ini dulu harus dituntaskan.

Apabila setiap desa sudah ada satu orang penyuluh pertanian, maka persoalan pertanian di desa tersebut bisa diselesaikan," kata politisi Gerindra dari Dapil Aceh 2 itu.

Dalam Rapat Kerja di DPR, TA Khalid Minta Penambahan Alokasi Kuota Pupuk Bersubsidi ke Aceh

Ia mengingatkan, jangan sampai satu program belum tuntas, muncul program baru yang belum jelas arahnya.

"Ini yang saya mau ingatkan dan mau jelas dulu soal program satu desa satu penyuluh pertanian," lanjut TA Khalid.

Tenaga penyuluh pertanian yang ditempatkan di tiap desa diberi fasilitas yang memadai, sehingga memudahkan mereka membimbing para petani.

Pada akhirnya, petani akan mampu meningkatkan produksinya dan mendapat solusi dari tiap persoalan yang dihadapi di lapangan.

"Selama ini, tenaga penyuluh pertanian terbatas. Ini saatnya program ini dituntaskan," tukas TA Khalid.

TA Khalid Ingatkan Menag RI: Jangan Pikirkan Bioskop untuk Aceh

Dalam rapat tersebut Sekjen Kementerian Pertanian Momon Rusmono, MS menyampaikan rencana program Komando Strategi Pertanian (Kostratani).

Melalui program itu, penanganan persoalan pertanian akan diselesaikan melalui satu komando.

Tapi menurut TA Khalid, program Kostratani akan mudah dilaksanakan jika setiap desa sudah ada satu penyuluh pertanian yang memiliki SDM unggul dan fasilitas memadai.

Jika itu tidak terpenuhi, maka Kostratani akan jadi program sia-sia.

"Maka saya minta tahun 2020 ini, Kementerian Pertanian menuntaskan program satu desa satu penyuluh pertanian tersebut," demikian TA Khalid. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved