Berita Abdya

Dugaan Perjalanan Fiktif DPRK Abdya, Inspektorat Didesak Publikasikan Pengembalian Dana

Penyelidikan dugaan korupsi dana perjalanan dinas anggota yang terhormat itu ditutup karena tidak ditemukakan lagi kerugian keuangan negara.

Dugaan Perjalanan Fiktif DPRK Abdya, Inspektorat Didesak Publikasikan Pengembalian Dana
For Serambinews.com
Ketua SEMA STIT Muhammadiyah Abdya, Abdul Janan. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya), akhirnya menghentikan penyelidikan dugaan perjalanan (SPPD) fiktif 24 Anggota DPRK setempat tahun anggaran 2017.

Penyelidikan dugaan korupsi dana perjalanan dinas anggota yang terhormat itu ditutup karena tidak ditemukakan lagi kerugian keuangan negara.

Sebab, berdasarkan  laporan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) pada Insepktorat Abdya bahwa 24 Anggata Dewan sudah mengembalikan anggaran perjalanan dinas yang menjadi temuan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Aceh pada tahun 2018.

Menanggapi hal itu Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Abdya, Abdul Janan mendesak pihak Inspektorat untuk mempublikasikan pengembalian SPPD oleh 24 Anggota DPRK Abdya Periode 2014-2019.

“Kalau memang sudah dikembalikan, nama-nama anggota Dewan yang sudah mengembalikan SPPD harus dipublikasikan, termasuk uang yang dikembalikan apakah sudah sesuai dengan hasil audit BPK, sehingga diketahui oleh publik,” tegas Abdul Janan kepada Serambinews.com, Jumat (14/2/2020).    

Desakan kepada Inspektorat Abdya untuk mempublikasikan pengembalian dana perjalanan dinas  oleh anggota Dewan, menurut Ketua Sema STIT Muhammmadiyah itu merupakan bentuk transparansi publik sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Publik juga perlu mendapat kepastian apakah dana SPPD yang dikembalikan Anggota Dewan itu sudah disetor ke kas negara atau bagaimana,” kata Abdul Janan.

Jika ternyata belum dilunasi, Sema STIT Muhammadiyah Abdya menuntut ketegasan aparat penegak hukum untuk mengusut hingga tuntas sampai ke pengadilan.

Abdul Janan lebih lanjut menjelaskan, Sema STIT Abdya sudah bertemu Kajari Abdya, Nilawati SH MH pada Senin lalu.   

Halaman
123
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved