JURNALISME WARGA

Simbol Patriot Aceh di Menteng, Jakarta

SORE hari saat mencapai persimpangan dari Jalan Raya Cikini menuju Stasiun Gondangdia, saya berbelok ke kiri memasuki Jalan Cut Meutia

Simbol Patriot Aceh di Menteng, Jakarta
IST
YOPI ILHAMSYAH, Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, melaporkan dari Pulau Pramuka, Jakarta

DR. YOPI ILHAMSYAH, Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Menteng, Jakarta

SORE hari saat mencapai persimpangan dari Jalan Raya Cikini menuju Stasiun Gondangdia, saya berbelok ke kiri memasuki Jalan Cut Meutia di depan Defontein arah Menteng Raya. Dalam pikiran, saya sedang berada di Menteng, kawasan elite Jakarta. Saya juga takjub ada nama Aceh yang menjadi nama jalan di Menteng.

Saya berhenti dan duduk di halte dekat persimpangan. Sambil melepas lelah, saya pandangi daerah sekitar. Di depan, pada taman di tengah jalan terdapat patung orang bergerombol tanpa keterangan. Terlihat seperti patung pejuang kemerdekaan. Di seberangnya Bank BNI berkantor. Di seberang persimpangan di sebelah kanan Defontein berjarak 100 meter berdiri Universitas Mercu Buana Menteng.

Lalu lintas lengang di Jalan Cut Meutia. Belakangan saya mengetahui ini termasuk jalan protokol ibu kota, Jakarta. Karena ingin mengetahui seberapa jauh lagi akan berjalan kaki menuju Stasiun Gondangdia, saya membuka aplikasi ojek online, bermaksud untuk melacak posisi. Saya perbesar peta lokasi, stasiun yang dituju tidak jauh lagi, jalan lurus menyusuri Jalan Cut Meutia kemudian berbelok ke kanan melewati Masjid Cut Meutia. Ternyata ada mesjid bernama pahlawan nasional asal Aceh di sini. Saya berpikir pasti ada sisi historis di balik penamaan masjid dan Jalan Cut Meutia ini. Saat memperbesar peta di sekitar mesjid, saya temukan beberapa nama Aceh lainnya yang menjadi nama jalan, ada Cut Nyak Dien dan Teuku Umar.

Saya berpikir ada baiknya juga saya jelajahi jalan-jalan tersebut, mungkin saja bertemu warung kopi Aceh atau Museum Aceh di jalan-jalan ini.

Tidak jauh berjalan, saya temukan Taman Cut Meutia di depan Hotel Sofyan. Saya mengetahuinya karena melihatnya lewat peta di aplikasi ojek online. Sebenarnya ada papan nama Taman Cut Meutia, hanya saja tidak terlihat karena ukurannya kecil. Tamannya berbentuk segitiga, suasananya teduh karena dipenuhi pepohonan rindang. Di seberangnya masih Jalan Cut Meutia dalam arah berlawanan.

Lokasi taman berhadapan dengan Masjid Cut Meutia. Dari seberang jalan saya perhatikan masjid ini. Uniknya maesjid ini tidak terlihat seperti masjid pada umumnya. Tampak seperti gedung berasitektur Belanda, berwarna putih, dan  berjendela lebar. Saya berpikir akan shalat Magrib di masjid ini sepulang menyusuri jalan bernama Aceh lainnya.

Sesampai di persimpangan, ada plang nama jalan. Kalau lurus, kita akan memasuki Jalan Sam Ratulangi, berbelok ke kiri ada Jalan Cut Nyak Dien yang bersebelahan dengan Jalan Teuku Umar. Memang pasangan suami-istri pejuang asal Aceh ini tetap abadi walau makamnya terpisah. Saya perhatikan kembali lokasi, ternyata kedua jalan ini lumayan panjang. Saya mengamati banyak bendera sebuah partai politik nasional di Jalan Teuku Umar. Belakangan saya mengetahui rumah bernomor 27 itu adalah kediaman Megawati, mantan presiden ke-5 RI. Karena hari sudah senja, saya memilih Jalan Teuku Umar untuk ditelusuri.

Jalan Teuku Umar adalah jalan dua jalur. Di sini, saya masih menemukan bangunan bergaya kolonial serta rumah khas tahun ‘50-an: bercat putih dengan daun jendela dan pintu berwarna hijau, dan bergenteng oranye. Selain juga rumah modern berlantai dua. Rumah Ibu Mega berada di ujung Jalan Teuku Umar, ramai dijaga oleh petugas dari TNI dan Polri.

Di Jalan Teuku Umar juga terdapat bekas rumah Jenderal Abdul Haris Nasution saat peristiwa penculikan G30S/PKI yang kini sudah beralih menjadi museum dengan patung sang Jenderal di depan. Dua orang gugur dari rumah ini, yaitu putri dan ajudan, Ade Irma Nasution dan Kapten Pierre Tendean.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved