Rabu, 15 April 2026

JURNALISME WARGA

Simbol Patriot Aceh di Menteng, Jakarta

SORE hari saat mencapai persimpangan dari Jalan Raya Cikini menuju Stasiun Gondangdia, saya berbelok ke kiri memasuki Jalan Cut Meutia

Editor: hasyim
IST
YOPI ILHAMSYAH, Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, melaporkan dari Pulau Pramuka, Jakarta 

Monumen ini masih berdiri hingga tahun ‘60-an sebelum diruntuhkan dan dijadikan Taman Cut Meutia sekarang ini.

Jalan Teuku Umar sendiri dulunya adalah jalan raya berbadan lebar, bernama van Heutsz Boulevard. Hanya ada tiga Boulevard se-Batavia, salah satunya adalah Jalan Teuku Umar sekarang ini, tokoh heroik yang menjadi rival politik van Heutsz selama Perang Aceh.

Jalan di sekitar Monumen van Heutsz kemudian menjadi Jalan Cut Meutia dan jalan di sepanjang rel kereta api bersebelahan dengan Jalan Teuku Umar dinamakan Jalan Cut Nyak Dien, simbol keabadian pasangan patriot Aceh.

Jadi, nama-nama Aceh di Menteng ini terkait erat dengan Perang Belanda di Aceh tempo dulu. Belanda mengabadikannya dalam bentuk monumen. Pemerintah Indonesia mengabadikannya dalam wujud jalan, masjid, dan taman kota.

Untuk melengkapi simbol cinta abadi pasangan pejuang Aceh dan representasi patriotisme orang Aceh, mungkin Pemerintah Aceh bisa mengusulkan penamaan salah satu ruang, misalnya perpustakaan di Masjid Cut Meutia dengan nama Teuku Chik Tunong, suami Cut Meutia yang juga syahid saat menghadapi kolonialisme Belanda, dilengkapi literasi-literasi terkait Aceh. Semoga saja.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved