Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Angkat Bicara Terkait Beredarnya Video Perkelahian di Pendopo

“Saat dia berdiri tangan Zahidin sudah siap mengarah kepada saya, lalu saya dengan cepat mendorong tangannya agar tidak mengenai saya sambil berdiri.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ SA'DUL BAHRI
Bupati Aceh Barat, Ramli MS memperlihatkan surat tagihan hutang kepadanya, Kamis (20/2/2020) saat jumpa pers dengan wartawan. Terkait dugaan pemukulan yang dituduhkan kepadanya di pendopo bupati di Meulaboh. 

Zahidin mengaku, datang bersama dengan teman-temannya sekitar delapan orang untuk menjumpai bupati di pendopo.

Camat Meureubo Buka Penyegelan Kantor Keuchik Reudeup di Aceh Barat

Saat itu, keadannya harus antre dengan tamu-tamu lainnya yang juga datang sore itu.

Namun saat mereka berjumpa, ia mengaku memperkenalkan dirinya kepada bupati.

Bahwa sebelumnya dia juga ikut berdoa kepada Ramli MS, agar menjadi bupati dengan memotong satu ekor kerbau yang diberikan oleh Akrim dari Meulaboh dan dibawa ke Bakongan.

“Saat berjumpa saya memperkenalkan diri bahwa saya adalah satu yang mendoakan bapak, dan benar saya berdoa hinga memotong satu ekor kerbau yang diberikan Akrim, dan kerbau itu dari Meulaboh saya bawa pulang ke Bakongan,” jelas Zahidin.

Lalu Zahidin mengatakan, bahwa ia utusan dari Akrim untuk datang menagih hutang.

Menurutnya, saat disampaikan kepada bupati bahwa dirinya merupakan abang dari si Akrim pemilik uang.

Sembilan Gampong di Bener Meriah Terima Dana Desa 

“Saya ini pak bupati abang dari si Akrim saya bilang. Dan saya ini datang untuk menagih hutang sedikit lagi sekitar Rp 270 juta. Oh tidak saya ambil itu si rowon, berkilahnya,” kata Zahidin meniru ucapan Bupati Ramli MS.

Lebih lanjut cerita Zahidin, bahwa dirinya mengaku datang ke bupati tidak mungkin kalau hutang tersebut tidak dibayar dan harus bertanggung jawab.

Sebab dirinya mengaku malu kepada Akrim, jika hutang tersebut tidak dibayar.

Sehingga lebih lanjut cerita Zahidin, hingga terdengar Bupati Ramli  berbicara dengan suara besar dan ia meminta agar jangan besar-besar suara.

“Saat terjadi perbicangan itu dia sempat bersuara besar, lalu saya bilang o jangan besar suara. Dia pikir saya takut saat dia mengertak saya, sehingga dia memegang kerah baju saya, lalu saya bilang jangan pegang-pegang saya dan saat itu langsung menghantam saya yang mengenai wajah sebelah kiri, dan setelah itu langsung dikeroyok, dan saat saya mengambil langkah untuk membalas tidak sempat lagi membalasnya,” jelas Zahidin.

Dia mengaku dikeroyok hampir 20 orang, seperti yang terlihat dalam video.

Saat itu kawan-kawannya melarikan diri dari lokasi kejadian, aku Zahidin.

Sehingga, dia tinggal sendiri hingga babak belur.

“Saat ini saya mengalami patah tulang rusuk dan wajah yang terkena pukulan, serta mengalami gangguan pernapasan, maklum saya kena keroyok,” tutup Tgk Jangut. (*)

Jadi Lokasi Perekaman E-KTP, Seribuan Warga Bireuen Antrean di Sukma

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved