Senin, 13 April 2026

Pelaku Teroris di Jerman Rasis dan Anti Islam, Anggap Turki dan Israel Layak Dihancurkan

Tobias Rathjen membunuh sembilan orang dengan latar belakang imigran, di antaranya lima orang Turki, dan melukai enam orang lainnya di pusat Hanau

Editor: Amirullah
Tangkapan layar dari video https://www.bbc.com/news/ world-europe-51567971 
Pengamanan oleh polisi di salah satu lokasi di Jerman 

SERAMBINEWS.COM - Pelaku tragedi penembakan yang terjadi di Hanau, Jerman ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya pada Kamis (20/2/2020).

Sebelumnya, pelaku yang diketahui bernama Tobias Rathjen (43) melakukan penembakan massal pada Rabu (19/2/2020) malam waktu setempat.

Dilansir Kompas.com yang mengutip dari AFP, Tobias Rathjen diyakini berasal dari ekstrem sayap kanan yang melakukan aksi penembakan dilandasi rasialisme.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk aksi tersebut, yang dinyatakan sebagai aksi terbaru yang paling menyedihkan dan mematikan terkait ekstrem sayap kanan Jerman dalam beberapa bulan terakhir.

Tobias Rathjen membunuh sembilan orang dengan latar belakang imigran, di antaranya lima orang Turki, dan melukai enam orang lainnya di pusat Hanau, dekat Frankfurt, pada Rabu (19/2/2020) malam.

Dunia Dilanda Wabah Penyakit, Ini Tokoh Islam yang Menemukan Banyak Cara Pengobatan

Sebelum Terkenal, Beginilah Wajah Asli Lucinta Luna saat masih Bekerja di Salon, Terlihat Lakinya?

Sunda Empire Sebut Bisa Kendalikan Nuklir, Ini Penampakan Pusat Kendali Nuklirnya, Bikin Kaget!

Ngebet Ingin Punya Cucu, Ibu Mertua Pantau Malam Pertama Anaknya di Depan Pintu

Potongan gambar yang diambil di YouTube menunjukkan pria yang diduga adalah Tobias R, pelaku penembakan massal di dua bar shisha di Hanau, Jerman, pada Rabu malam (19/2/2020), yang menewaskan 9 orang. Tobias disebut merupakan ekstremis sayap kanan, dan ditemukan tewas bersama ibunya ketika polisi menggerebek apartemennya.
Potongan gambar yang diambil di YouTube menunjukkan pria yang diduga adalah Tobias R, pelaku penembakan massal di dua bar shisha di Hanau, Jerman, pada Rabu malam (19/2/2020), yang menewaskan 9 orang. Tobias disebut merupakan ekstremis sayap kanan, dan ditemukan tewas bersama ibunya ketika polisi menggerebek apartemennya. (Sky News)

Dia kemudian pulang dan mengamuk.

Sebelum bunuh diri, dia juga membunuh sang ibu yang berusia 72 tahun.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 di sebuah kafe shisha tengah malam di pusat Hanau, 20 kilometer dari Frankfurt Timur.

Tersangka dilaporkan membunyikan bel pintu dan kemudian menembak sejumlah orang di ruang rokok di mass-market daily, menurut seorang warga bernama Bild.

Dia kemudian menaiki mobilnya dan setelah itu menembak ke arena bar dan kafe.

Setelah dia melakukan penembakan besar-besaran, dia ditemukan tewas di apartemennya bersama sang ibu dengan kondisi keduanya tewas karena tembakan senjata api.

Tol Blangbintang Segera Beroperasi, Tinggal Satu Jembatan Lagi

VIRAL Video Ibu Siksa Anak Kandung, Pelaku Ngaku Ingin Goda Mantan Suami yang Nikah Lagi

Pelaku Penembakan di Jerman Tewas di Rumahnya Bersama Mayat lain

Tersangka Tobias Rathjen diperkirakan seorang rasialis yang gila dan ingin memusnahkan seluruh bangsa di dunia.

Tobias Rathjen Rathjen seperti dilansir AFP, pernah menuliskan sekitar 24 halaman dokumen acak yang berisi tentang keinginannya untuk melenyapkan lebih dari 20 negara di dunia.

()

Penembakan di Hanau Jerman, Rabu (19/2/2020) malam, menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan lainnya terluka. (AFP)

Dua negara seperti Turki dan Israel bahkan dianggapnya pantas untuk dihancurkan.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved