Berita Aceh Tengah

Dishub Aceh Tengah Maksimalkan Terminal Type C Kota Takengon, Ini Tujuannya

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Tengah, mulai memaksimalkan fungsi terminal type C yang ada di pusat Kota Takengon. Sebelumnya terminal...

Dishub Aceh Tengah Maksimalkan Terminal Type C Kota Takengon, Ini Tujuannya
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Kondisi terminal lama type C, di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mulai dimaksimalkan kegunaanya. Beberapa angkutan labi-labi sejak Kamis (27/2/2020) mulai memanfaatkan kembali terminal ini. 

Dishub Aceh Tengah Maksimalkan Terminal Type C Kota Takengon, Ini Tujuannya 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Aceh Tengah, mulai memaksimalkan fungsi terminal type C yang ada di pusat Kota Takengon. Sebelumnya terminal yang hanya digunakan sebagai tempat mangkal Angkutan Kota Dalam Kabupaten (AKDK) ini, tidak berjalan maksimal.

Pasalnya, untuk angkutan labi-labi lebih sering berhenti serta mengangkut penumpang di kawasan Pasar Pagi, Bale Atu, Kota Takengon.

”Sejak kemarin, semua angkutan labi-labi sudah kita arahkan untuk tetap berhenti di terminal ini,” kata Kadis Perhubungan, Aceh Tengah, Jauhari kepada Seerambinews.com, Kamis (27/2/2020).

Menurut Jauhari, tidak maksimalnya keberadaan terminal lama sejak berdirinya Terminal Terpadu Paya Ilang.\

Terminal lama ini, sebelumnya hanya melayani trayek antara kecamatan serta beberapa bus kecil menuju Kabupaten Bener Meriah.

Viral, Seorang Guru Dipaksa Merangkak oleh Orang Tua Murid

VIDEO - Nostalgia Old Legion Serambi 2020 di HUT ke-31 Serambi Indonesia

Desain Pita Cukai dari Tahun ke Tahun Berbeda, Ini Cara Mengidentifikasi Keasliannya

“Sedangkan untuk angkutan labi-labi, berhenti di komplek Pasar Tani. Makanya, terminal ini sempat sepi,” ujarnya.

Selain untuk memaksimalkan keberadaan terminal type C di Kota Takengon, juga untuk menertibkan angkutan-angkutan seperti labi-labi yang sebelumnya berhenti dan menunggu penumpang di komplek Pasar Tani, Bale Atu.

“Komplek Pasar Tani itu, bukan terminal. Hanya tempat berhenti angkutan labi-labi. Tapi kesannya sudah menjadi terminal. Inilah yang ingin kita tertibkan,” imbuh Jauhari.

Apalagi, sebutnya, Terminal Terpadu Paya Ilang sudah dialihkan pengelolaannya dibawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sehingga dinas kabupaten hanya akan mengurusi terminal type C.

“Alhamdullillah, mulai hari ini, angkutan labi-labi sudah pindah atau mulai mangkal di terminal lama. Dan memang sudah semestinya mereka berhenti di terminal ini, bukan tempat lain,” pungkasnya.(*)

Persiraja Banda Aceh Mulai Seleksi Pemain U-20, Syarat Liga 1, Pemain Terpilih akan Diumumkan 

Kepergok Harimau Beranak di Kebun, Seorang Petani di Aceh Tenggara Harus Dijemput TNI/Polri

6 Anak Yatim Piatu yang Orangtuanya Meninggal Bersamaan Tak Mau Diadopsi: Kami Mau Sama Nenek Saja

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved