HUT Ke 31 Serambi Indonesia
Old Legion Serambi Berziarah ke Makam Pendiri Harian Serambi Indonesia M Nourhalidyn
Dalam rombongan turut serta juga Teguh Patria, anak Nourhalidyn dan Pimpinan Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah mantan karyawan Harian Serambi Indonesia yang tergabung dalam Old Legion Serambi (OLS) berziarah ke makam pendiri Harian Serambi Indonesia M Nourhalidyn Bin Tgk Ubit, Jumat (28/2/2020).
Pusara M Nourhalidyn Bin Tgk Ubit dan istrinya, Ida Hafni Noer Binti M Noer berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh atau di samping Masjid Teungku di Anjong.
Mereka yang hadir Fahmi Mada, Bakti Siahaan, Akhmad Sutrisno, Husaini Ismail, Muhammad AH, Said Mukhsin, Aidi Kamal, Nasir Yusuf, Ayi Jufridar, Maimun Mirdaz, Suprijal Yusuf, Ida Agustina, Ida Mauliza, Cut Dayang Sari, Fatma Siahaan, Khairunisa Pardede, dan Meiyanti.
Dalam rombongan turut serta juga Teguh Patria, anak Nourhalidyn dan Pimpinan Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin.
Ziarah itu merupakan rangkaian kegiatan OLS dalam rangka memeriahkan HUT ke-31 Serambi Indonesia.
Sehari sebelumnya OLS juga mengikuti acara syukuran di Kantor Serambi Indonesia di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.
Untuk diketahui, koran yang sebelumnya bernama Mingguan Mimbar Swadaya itu didirikan oleh dua putra Aceh, Nourhadlidyn dan H Sjamsul Kahar pada 9 Februari 1989.
• Persiraja Bakal Main Habis-habisan Hadapi Bhayangkara FC Besok, Fery Komul: Kita Sangat Siap
• Old Legion Serambi Meriahkan HUT Serambi
• Malam Ini Anugerah Serambi Award 2020, Masyarakat Bisa Saksikan Lewat Live Streaming Serambi Group
Nourhalidyn meninggal pada 16 November 2000. Sedangkan istrinya, lebih dahulu menghadap Sang Khalid yaitu pada 11 April 1993.
Koordinator OLS, Fahmi Mada mengatakan bahwa kunjungan ke makam tersebut bukanlah kunjungan biasa OLS.
Fahmi mengungkapkan bahwa Nourhalidyn tidak hanya atasan tapi sudah dianggap sebagai ayah atau orang tua sendiri.
“Kita doakan bersama Pak Noer tenang di alam kubur dan mendapat tempat yang layak disisi Allah,” kata Fahmi yang sengaja pulang dari Jakarta untuk menghadiri acara syukuran peringatan HUT ke 31 Serambi.
Setelah berziarah ke pusara Nourhalidyn, rombongan juga berziarah ke makam massal di Siron, Aceh Besar.
Di sana tempat dimakamkan ribuan mayat korban tsunami yang melanda Aceh pada akhir 2004 silam.
Dalam musibah itu, sekitar 50 karyawan Serambi menjadi korban. Sebanhyak 10 korban di antaranya merupakan wartawan Serambi dan satu wartawan Kompas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ziarah.jpg)