Kamis, 23 April 2026

Berita Luar Negeri

Seekor Kucing Asal China Jadi Perdebatan di India, Diduga Terinfeksi Virus Corona, akan Dideportasi

Kucing yang diduga terinfeksi virus Corona menjadi kontroversi di Chennai, India, setelah seekor kucing dari China masuk ke negara itu

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AGUS RAMADHAN
FOTO ILUSTRASI - Seekor kucing jinak dengan bulu berwarna putih. Foto koleksi pribadi direkam oleh Agus Ramadhan pada 22 Januari 2020 

Laporan Agus Ramadhan | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM – Seekor kucing asal China jadi perdebatan di India, diduga terinfeksi Virus Corona.

Kucing tersebut akan dideportasi ke negara Tiongkok itu.

Kucing yang diduga terinfeksi virus Corona menjadi kontroversi di Chennai, India, setelah seekor kucing dari China masuk ke negara itu.

Organisasi AS yang ada di India, People for Ethical Treatment of Animals (PETA), telah menuntut pembebasan kucing tersebut.

Kucing itu akan dideportasi dari pelabuhan Chennai, India ke China.

Batu Giok untuk Lantai Masjid Agung Mulai Diolah di Nagan Raya

Dilansir dari Indiatoday Kamis (5/3/2020), seekor kucing liar tiba dari China sekitar 20 hari yang lalu, telah ditahan oleh otoritas pelabuhan Chennai, India.

Kucing malang itu sekarang akan menghadapi kenyataan, dimana dia akan dideportasi ke China.

Padahal kucing itu tidak tahu apa-apa tentang virus Corona.

Pasien Corona ini Sempat Dinyatakan Sembuh, Selang 2 Hari Dia Sakit Lagi dan Meninggal Dunia

Sebagai tanggapan, manajer layanan veteriner PETA di India, Rashmi Gokhale, mengirim surat kepada otoritas pelabuhan Chennai.

Surat itu menerangkan  bahwa secara ilmiah telah ditetapkan bahwa kucing tidak dapat menginfeksi atau menularkan virus Corona( COVID-19).

Asosiasi kedokteran hewan AS menyatakan di situs webnya,

Puluhan Prajurit Kodim Aceh Timur Latihan Menembak di Lapangan Tembak Raider

"Banyak organisasi kesehatan internasional telah mengindikasikan bahwa hewan peliharaan dan hewan lainnya dianggap tidak berisiko tertular COVID-19."

Balai karantina Chennai merekomendasikan pengiriman hewan itu kembali ke negara asalnya.

PETA menunjukkan bahwa akan sangat sulit untuk menentukan dimana kucing itu diletakan di atas kapal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved