Breaking News:

Berita Banda Aceh

UIN Ar-Raniry Ragu Kembangkan Islamic Jammer Hasil Inovasi Mahasiswa, Setelah Sempat Disita Balmon

Pasalnya, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, pada Rabu (11/3/2020), sempat menyita alat ini karena dinilai melanggar aturan.

Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Islamic Jammer, alat hasil inovasi mahasiswa UIN Ar-Raniry yang berfungsi meredam sinyal handphone dalam masjid selama shalat jamaah berlangsung. 

Apalagi Bapak Warek III sudah berjanji akan melakukan komunikasi dan pendekatan melalui tim Wadek I dan III Falultas Tarbiyah yang ditunjuk untuk mengembalikan inovasi mahasiswa tadi,” ujar Budi.

Budi mengatakan, setiap inovasi harusnya mendapat penghargaan dari pemerintah, bukan malah membunuh kreativitas mahasiswa.

"Kita menawarkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk pengembangan dan inovasi, termasuk Balai Monitor Spektrum untuk dapat bersama-sama mendukung inovasi anak negeri,” kata mantan aktivis mahasiswa ini lagi.

Menindaklanjuti tuntutan mahasiswa, Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry kemudian melakukan komunikasi dan selanjutnya mengutus Wakil Dekan I, Wakil Dekan III, KTU Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry untuk menemui pihak penyita.

Pihak fakultas juga didampingi oleh ketua Prodi Pendidikan Teknik Elektro dan dosen pembimbing mahasiswa pencipta Islamic Jammer.

Menurut Budi Azhari, sempat terjadi diskusi panas antar pihak UIN Ar-Raniry dengan pihak yang menyita.

Pihak penyita beralasan, bahwa kegiatan penelitian itu ilegal dan melanggar regulasi.

Sedangkan pihak UIN Ar-Raniry beralasan perguruan tinggi sebagai institusi pemerintah yang mengemban tri darma perguruan tinggi, yang salah satunya adalah penelitian.

Terlebih, Islamic Jammer yang dikembangkan oleh mahasiswa yang bertujuan untuk kepentingan pendidikan tanpa bertujuan komersil.

Di samping itu, alat tersebut juga masih terus dikembangkan sehingga tidak berada di luar laboratorium, kecuali saat mengikuti lomba pada tahun 2017 lalu.

“Setelah melalui diskusi yang alot, alat tersebut akhirnya dikembalikan kepada Laboratorium Pendidikan Teknik Elektro UIN Ar-Raniry, disertai dengan penandatanganan perjanjian yang telah disepakati bersama,” demikian Budi Azhari. (*)

 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved