Breaking News:

Polisi Tangkap Calo PNS  

Personel Opsnal Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, meringkus PO (50), seorang calo yang menjanjikan mampu

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Tim Kejaksaan Negeri Pidie Jaya resmi menahan tersangka calo CPNS, Maimun Musa alias Maimun Raja Pante (tengah), Rabu (10/4/2019) siang di Kantor Kejari Pijay.  

BANDA ACEH - Personel Opsnal Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, meringkus PO (50), seorang calo yang menjanjikan mampu meluluskan seseorang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 2015 lalu.

Dari penipuan pencaloan yang dilakukan oleh tersangka PO terhadap korban Suyono, pada 31 Juli 2015 lalu, pelaku menarik uang dari korban sebesar Rp 63.600.000. Namun, iming-iming tersangka PO mampu meluluskan anak korban Suyono menjadi seorang PNS di Langkat, Sumatera Utara (Sumut) ternyata hanya mimpi.

Gelagat mencurigakan yang tercium oleh korban Suyono, karena melihat PO tidak ada itikad mewujudkan mimpi anaknya menjadi PNS hingga awal Desember 2019. Akhirnya warga Kota Banda Aceh itu melaporkan tersangka PO, ke Polresta Banda Aceh dengan bukti Laporan Polisi LPB/535/XII/YAN.2.5/2019, Tanggal 11 Desember 2019 lalu.

Menindaklanjuti laporan korban Suyono, akhirnya tersangka PO yang berstatus PNS dan berprofesi sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bener Meriah itu pun akhirnya diringkus personel Polresta Banda Aceh, pada Selasa (10/3).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK MH,  mengatakan pada 2015 lalu, korban Suyono mengungkapkan keinginannya menjadikan anaknya seorang PNS kepada Suhendri, yang berstatus sebagai saksi.

Lalu, Suhendri yang merasa kenal dengan PO, memfasilitasi korban Suyono bisa berkomunikasi dengan tersangka. Selanjutnya antara korban Suyono dan tersangka PO pun intens berkomunikasi, sehingga terjadi proses transaksi transfer via bank sampai 10 kali ke rekening tersangka yang totalnya Rp 63.600.000.

"Antara korban dan tersangka PO tidak sekali pun bertemu. Mereka hanya komunikasi via telepon. Lalu, uang Rp 63.600.000 alasan tersangka pada saat itu dipergunakan untuk pengurusan PNS untuk anak korban Suyono," kata AKP Taufiq dalam konfrensi pers, di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (19/3).

Dijelaskan AKP Taufiq, korban Suyono merasa yakin dengan tersangka PO, karena statusnya sebagai seorang PNS, sehingga tidak mungkin berani macam-macam. Karena terlalu percaya dengan tersangka, sehingga korban tidak merasa khawatir mengirim uang sampai 10 kali transfer yang totalnya Rp 63.600.000.

Tapi, setelah sekian lama ditunggu-tunggu dan tak ada kejelasan sama sekali, sehingga TO pun dilaporkan ke Polresta Banda Aceh, setelah korban melihat tersangka tidak ada itikat baik. "Menindaklanjuti laporan korban, akhirnya pada Selasa, 10 Maret 2020, tersangka diringkus di kediamannya, di Bener Meriah," tambah Kanit Pidana Umum (Pidum) Ipda M Hardimas STrK. 

Polisi pun mengimbau untuk tidak percaya calo. Karena, untuk semua proses penerimaan PNS maupun penerimaan Polri semua sudah dilakukan secara transparan. "Jadi, kalau seseorang itu baik nilainya, bukan karena pengurusan. Tapi, memang kepintaran seseorang tersebut," ungkap Ipda Hardimas.

Untuk Membayar Utang

KASAT Reskrim AKP Taufiq mengungkapkan, uang yang sudah sebesar Rp 63.600.000 tersebut digunakan oleh tersangka untuk membayar utang-utangnya kepada orang lain. Sehingga, tidak ada pengurusan apapun yang dilakukan oleh tersangka PO, terhadap harapan korban Suyono yang mengharapkan anaknya bisa menjadi PNS.

Dari penangkapan tersangka PO, polisi ikut mengamankan barang bukti 10 lembar slip penyetoran uang, satu HP Nokia, satu kartu perdana Telkomsel, satu eks asli buku tabungan serta empat lembar print out rekening koran.(mir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved