Senin, 27 April 2026

Warga Aceh di Jerman Sembunyi dalam Bunker demi Hindari Corona, Ini Sarannya untuk Masyarakat Aceh

“Situasi makin darurat. Kemungkinan sebulan lebih atau diperpanjang setahun tidak boleh kontak sosial. Gimana kampung kita di Aceh?” ujarnya.

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
serambinews.com
Maidar, warga Aceh di Jerman, mengaku harus tinggal di bunker untuk menghindari wabah virus Corona. 

Warga Aceh di Jerman Sembunyi dalam Bunker demi Hindari Corona, Ini Sarannya untuk Masyarakat Aceh

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Seorang warga Aceh di Jerman, Maidar, terpaksa bersembunyi di dalam bunker demi menghindari paparan virus Covid-19 atau Corona.

Maidar mengaku telah tinggal di dalam bunker sejak 27 Februari 2020 lalu. Ia keluar ke permukaan sebulan sekali untuk mendapatkan sinar matahari.

“Saya sejak 27 Februari hidup di bunker ruang bawah tanah di belakang bukit villa tua saya,” katanya kepada Anggota DPRA, dr Purnama Setia Budi dan Serambinews.com melalui WhatsApp, Senin (23/3/2020).

Maidar merupakan ilmuan ahli peradaban global yang bermukim di Loreley Valley. Ia mengaku keluar dari bunker sebulan sekali untuk mendapatkan sinar matahari.

Jerman, disampaikannya, sudah melakukan lockdown di beberapa provinsi dan rencananya semua negara bagian akan melakukan penutupan total minimal selama sebulan, karena setiap detik kematian terus terjadi.

Negeri Hitler tersebut mulai siaga virus setelah pembakaran massal ribuan mayat korban Corona di Italia.

Jerman menerapkan kunci residensi total dan warga dilarang keluar tanpa melapor.

Diimbau tak Mudik karena Corona, Mahasiswa Aceh di Jakarta Minta Plt Gubernur Kirim Kebutuhan Pokok

Maskapai Garuda Kurangi Frekuensi Penerbangan Menjadi Satu Kali Sehari

Perbatasan Aceh Tamiang Diperketat, Bus Diarahkan ke Terminal untuk Pemeriksaan Suhu Tubuh Penumpang

“Situasi makin darurat. Kemungkinan sebulan lebih atau diperpanjang setahun tidak boleh kontak sosial. Gimana kampung kita di Aceh?” ujarnya sambil bertanya balik.

Semua negara, lanjut Maidar, sedang mencari cara meredam efek virus Corona. Beberapa negara membuat kebijakan ketat.

Maidar sendiri mengaku mulai mengurangi agenda yang berhubungan dengan manusia.

“Semua kerja menggunakan sistem teleworking, remote jarak jauh,” tambahnya.

“Saya tidak mau kontak siapun, kami belanja sistem online, semua stok dikirim ke rumah tanpa kontak manusia,” imbuh Maidar.

“Tragedi di Italia, Prancis, juga sebagian Jerman, mulai panik kita semua. Saya tidak tahu apakah Indonesia bisa aman,” sambungnya lagi.

Hari Pertama PNS Kerja di Rumah, Jalanan di Kota Banda Aceh Sepi, Warung Kopi Terkenal Pun Tutup

Liga 1 Dihentikan, Persiraja Sediakan Dua Opsi untuk Para Pemain

Viral, Tidak Lengkap APD, Paramedis Ini Kenakan Plastik Asoy Tangani Pasien Covid-19

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved