Selasa, 5 Mei 2026

Warga Aceh di Jerman Sembunyi dalam Bunker demi Hindari Corona, Ini Sarannya untuk Masyarakat Aceh

“Situasi makin darurat. Kemungkinan sebulan lebih atau diperpanjang setahun tidak boleh kontak sosial. Gimana kampung kita di Aceh?” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
serambinews.com
Maidar, warga Aceh di Jerman, mengaku harus tinggal di bunker untuk menghindari wabah virus Corona. 

Untuk diketahui, hingga saat ini Jerman telah melaporkan 24.873 kasus penularan virus Corona. 266 Pasien berhasil sembuh, dan 94 orang meninggal dunia.

Kabar terakhir sebagaimana diberitakan Kompas.com, Kanselir Jerman, Angela Merkel, dikarantina setelah dokter yang merawatnya positif terinfeksi Corona.

Maidar pun berharap Aceh bisa belajar banyak dari kasus-kasus yang terjadi di sejumlah negara.

Ia menyarankan lalu lintas manusia antara Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) dibatasi atau ditutup total selama dua minggu.

“Seharusnya, perbatasan Aceh-Sumut, khususnya transfer manusia jaringan kota-kota besar yang punya interaksi global dan dekat episentrum virus, seperti Medan yang banyak kontak dengan negeri jiran di Asean, sementara dibatasi atau karantina total,” sarannya.

“Perbatasan Aceh harus tutup total minimal dua minggu, atau jarak fisik dan sosial dibatasi intensif. Ikuti saran WHO atau lembaga resmi,” tambah Maidar. 

Ia berharap semua pihak di Aceh agar kompak. Istirahatkan Aceh minimal selama dua minggu tanpa arus lalu lintas manusia, kecuali barang agar ada fase netral sejenak sambil membenahi bumi bersama-sama.(*)

Rupiah Resmi Jadi Mata Uang Terlemah di Asia, Anjlok 19,35% Sepanjang 2020

Potret Haru Sang Kakek Lihat Cucu dari Jendela Karena Social Distancing

Prabowo: Kita Harus Saling Dukung Hadapi Wabah Covid-19, Bukan Cari Kelemahan dan Saling Kritik

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved