Kamis, 28 Mei 2026

Citizen Reporter

Terjebak Covid-19 di Apartemen Amerika Serikat

Bagi saya sendiri, pilihan hanya satu, yakni tinggal di apartemen, sebab kalau saya pulang ke Aceh secara finansial dan keimigrasian akan sangat sulit

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
SHIRRA ULFA IRHAM 

Banyak teman saya juga mengeluhkan hal yang sama.

Dua minggu lalu, masih ramai teman-teman yang tinggal di apartemen.

Kami sering pergi belanja jalan kaki sehingga jarak yang jauh tak begitu terasa.

Namun sekarang, hanya tinggal beberapa mahasiswa internasional saja yang tidak semuanya saya kenal.

Sebagian besar mahasiswa asal Amerika, seperti di kita, banyak yang pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Kini hanya ada rekan dari India yang saya kenal. Ke mana-mana kami sering jalan kaki.

Sebabnya, transportasi publik telah dihentikan untuk sementara waktu.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam dua bulan ke depan, secara akademik maupun finansial.

Beberapa kali saya telepon orang tua di Aceh, mereka mengatakan bahwa mata uang dolar mengalami kenaikan yang signifikan di Indonesia saat ini, yakni di atas Rp 16.000/dolar.

Sedangkan saya harus makan dan bayar cicilan uang kuliah semester, dan uang tersebut harus datang dari Indonesia. Rupiah dikonversi ke dolar.

Saya khawatir kalau prahara corona ini berlarut-larut, impian saya untuk meraih gelar sarjana dalam waktu dekat bisa buyar.

Ini merupakan semester terakhir bagi saya.

Orang tua di Aceh sering menghibur supaya saya kuat dan sabar.

Saya terus berjuang agar dapat membanggakan keluarga sehingga perjuangan mereka di kampung tidak sia-sia.

Saya harus membuktikannnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved