Breaking News:

Puisi di Rumah Saja

Sastrawan Baca #PuisidiRumahSaja, Libatkan Penyair Pulau Jawa, Aceh dan Bali

Sejak merebak virus Corona, para sastrawan menghadirkan kegiatan bertajuk #puisidirumahsaja, berlangsung pada tiap akhir pekan.

Serambinews.com
Deretan penyair dalam kegiatan baca puisi #dirumahaja 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kreativitas seniman tidak ada habisnya. Sejak merebak virus Corona, para sastrawan menghadirkan kegiatan bertajuk #puisidirumahsaja, berlangsung pada tiap akhir pekan. Puisi dibacakan secara bergantian melalui aku instagram msing-masing.

Sejumlah sastrawan yang telah ambil bagian dalam kegiatan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Jawa, Sumatera, Aceh, hingga Pulau Bali. 

Sebagian dari mereka adalah nama-nama yang cukup akrab dengan publik sastra Indonesia, seperti LK Ara, Din Saja, Zaim Rofiqi, Mahwi Air Tawar, Iwan Kurniawan, Sudiyanto, Aflaha Rizal,  Tora Kundera,  dan lain-lain. 

Kegiatan ini digagas oleh penyair asal Aceh, Mustafa Ismail, dan penyair Bengkulu Willy Ana. “Pembacaan puisi dilakukan di akun Instagram masing-masing penyair secara bergantian,” kata Mustafa Ismail di Jakarta, Minggu, (12/4/2020).

Penulis buku puisi “Tuhan, Kunang-kunang dan 45 Kesunyian” itu, meneramgkan, semua penonton dan pembaca mengikuti informasi lalu lintas pembacaan di akun Instagram @infosastra.  “Admin @infosastra akan memposting poster nama penyair yang akan dan sedang baca beserta nama akunnya. Lalu penonton beralih ke akun tersebut,” tuturnya. Informasi juga dapat dilihat di akun @imajihouse.

Tema yang diketengahkan tiap pekan berbeda-beda. “Dua pekan sebelumnya, dua kali acara, tema puisi bebas. Namun, mulai pekan ini akan kita buat tematik,” kata Willy Ana dalam kesempatan terpisah.  Ini dilakukan, menurut Willy Ana, untuk merespon situasi terkini dan momentum tertentu.  Kali ini, misalnya, yang diadakan pada Minggu 12 April 2020, temanya “Penggung Puisi Komedi”. Acara dimulai pukul 19.30-21.30.

Menurut Willy Ana, tema itu dipilih untuk memberi jeda dan kesegaran terhadap situasi  kecemasan dan tekanan akibat virus corona yang paparannya makin meluas. Tak hanya itu, orang-orang pun mulai jenuh dengan berada di rumah. “Dengan puisi humor atau puisi komedi, mari kita rileks sejenak sambil merenung dan refleksi,”  ujar penyair yang juga penggagas dan Ketua Festival Sastra Bengkulu itu. 

Salah satu penyair yang ikut membaca puisi, Mahwi Air Tawar, mengatakan berbagai pentas dari rumah adalah bagian dari upaya seniman untuk terus berkarya. “Ruang berkarya itu sangat luas, dan seniman tidak pernah tunduk pada ruang tertentu,”  kata  Mahwi yang juga menggagas dan menggerakkan “Forum Indonesia Berkarya” bersama Mustafa Ismail dan Willy Ana. “Seniman bisa berkarya di mana saja, termasuk di ruang maya.”

Namun, ia mengusulkan, agar kegiatan-kegiatan daring itu lebih dimaksimalkan, misalnya digabungkan dengan program donasi untuk membantu orang-orang yang terdampak corona, mulai dari tukang ojek hingga seniman yang banyak di antara mereka acaranya batal karena pandemi ini. “Misalnya ada lelang karya, seperti baca puisi, lelang lagu, lelang tari, lelang buku, atau paling sederhana adalah membuat dompet peduli.”(*)

Pemilik Kafe Tak Gubris Imbauan Pemko Lhokseumawe, Ini Sanksi Bagi Pelanggar

Satu Rumah Dirusak Gajah Liar yang Masuk ke Desa Kila di Nagan Raya

Ratusan Karyawan Hotel di Banda Aceh dan Aceh Besar Dirumahkan, Termasuk Bidang Pekerjaan Ini

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved