Breaking News:

Corona Serang Dunia

Dunia Fokus Tangani Corona, Penyakit Menular Lainnya Terlupakan

Negara-negara di Dunia sangat memfokuskan penanganan virus Corona yang mematikan, sehingga melupakan penyakit menular lainnya yang sudah ada vaksin

AFP/GORDWIN ODHIAMBO
Anak-anak membawa jeriken untuk mendapatkan air bersih yang dibagikan oleh pemerintah di Kibera, pinggiran Ibu Kota Nairobi, Kenya pada 7 April 2020. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Negara-negara di Dunia sangat memfokuskan penanganan virus Corona yang mematikan, sehingga melupakan penyakit menular lainnya yang sudah ada vaksin, sebaliknya Corona belum ada.

Sebanyak 24 negara yang terserang virus Corona menunda memberi vaksin campak kepada anak-anak, padahal sudah menjadi wabah besar di negara itu.

Bahkan, 13 negara menghentikan program itu, dengan alasan memerangi virus Corona, sehingga sekitar 117 juta anak-anak di seluruh dunia terancam terkena penyakit campak.

New York Dilanda Wabah Campak hingga Status Darurat, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Dalam pernyataan bersama, Inisiatif Campak dan Rubela (M&RI), Selasa (14/4/2020) mengatakan sangat penting imunisasi campak dipertahankan di tengah-tengah pandemi virus Corona saat ini.

"Bersama-sama, lebih dari 117 juta anak-anak terancam akibat penundaan imunisasi yang telah dijadwalkan," katanya.

"M&RI mendukung melindungi masyarakat dan petugas kesehatan dari COVID-19 melalui jeda kampanye massal, di mana risiko penyakitnya juga tinggi."

"Namun, ini seharusnya tidak berarti, anak-anak secara permanen dilupakan."

Warga Aceh di Malaysia Pulang, Menderita Sakit Campak di Sekujur Tubuh

Campak, penyakit yang sangat menular, mempengaruhi sekitar 20 juta orang setiap tahun, sebagian besar berusia di bawah lima tahun (balita).

Meskipun vaksin murah dan tersedia, kasus campak telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagian besar karena ada keragu-raguan pemberian vaksin.

Pada tahun 2018, sebanyak 140.000 kematian akibat campak, sebagian besar anak-anak dan bayi serta sebagian besar lainnya dapat dicegah.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved