Update Corona di Aceh
Ekspor Kopi Diganggu Corona, Aceh Terancam Rugi Rp 147 M Setiap Bulan
Wabah virus corona (Covid-19) yang kini sedang terjadi, ikut merusak pasaran kopi dunia
Penulis: Herianto | Editor: Ibrahim Aji
Laporan Herianto | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wabah virus corona (Covid-19) yang kini sedang terjadi, ikut merusak pasaran kopi dunia.
Tidak hanya harga yang melorot, dampak virus dari Wuhan, Cina, itu juga membuat negara-negara konsumen yang selama ini banyak membeli kopi dari Aceh mengurangi dan bahkan menghentikan pembelian.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis menyebutkan, nilai ekspor kopi Aceh dalam dua tahun terakhir ini meningkat tajam.
Pada Tahun 2018, nilai ekspor kopi dari Aceh mencapai Rp 1,2 triliun. Tahun berikutnya, naik Rp 500 miliar lebih sehingga menjadi menjadi Rp 1,7 triliun.
• Wanita Lansia Ditemukan Tewas di Rumahnya, Kerabat Berusaha Memakamkan di Tengah Pandemi Covid-19
Sedangkan di tahun 2020, pada posisi bulan Januari, nilai ekspor sudah mencapai Rp 156,5 miliar.
“Bila mengacu kepada rata-rata nilai ekspor kopi dari Aceh tahun 2019, per bulan sekitar Rp 147,99 miliar,” ujarnya.
Diterangkan, saat ini harga kopi Aceh mengalami penurunan signifikan. Di mana banyak negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor kopi dari Aceh, seperti Amerika, Australia, Belanda, Prancis, Jerman, Jerman, Italia, Belgia, dan sejumlah negara Eropa, menghentikan sementara permintaan kopi.
Hal itu terkait penyebaran wabah virus corona yang kini melanda dunia.
Terhadap hal itu, Zainal Arifin Lubis mengimbau pemerintah Aceh dan pihak perbankan agar menalangi dana penampungan produksi kopi pertandi di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Bireuen.
“Kalau tidak segera ditalangi, dikhawatirkan harga jual kopi petani akan terus anjlok,” jelasnya kepada Serambi, Selasa (14/4/2020).
• Setelah Cincin tak Ada di Jemarinya, Laudya Cynthia Bella Ungkap Kondisi Rumah Tangganya
Zainal Arifin Lubis optimis, wabah virus corona akan mereda dan bisa normal kembali.
Jika kondisi pulih, diperkirakan negara-negara importir kopi dari Indonesia, akan kembali memesan kopi arabika dan robusta dari Aceh.
Karenanya dia berharap, sebelum keran ekspor itu ‘terbuka’ lagi, hendaknya pemerintah dan pihak perbankan bisa membantu petani kopi dengan cara memberi talangan dana dan pembelaian kopi rakyat.
“Setelah ada permintaan kembali dan harganya membaik, maka kopi-kopi itu bisa dilepas ke pasaran,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh, Muslem Yacob mengatakan, ia sudah menerima laporan dari Disperindag Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan daerah lain, terkait anjloknya harga kopi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-bi-perwakilan-aceh-zainal-arifin-lubis.jpg)