Breaking News:

Berita Banda Aceh

Persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh Tak Terganggu oleh Wabah Corona

Persidangan tetap berlangsung meskipun melalui telekonferensi antara majelis hakim dengan terdakwa.

Dok PN Banda Aceh
Persidangan Online di Pengadilan Negeri Banda Aceh, beberapa hari yang lalu. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN)/Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh tidak terganggu dengan merebaknya wabah pandemi virus corona atau Covid-19.

Persidangan tetap berlangsung meskipun melalui telekonferensi antara majelis hakim dengan terdakwa.

Humas PN/Tipikor Banda Aceh, Sadri SH MH yang dikonfirmasi Serambinews.com, Selasa (14/4/2020) menyampaikan bahwa persidangan tetap berlangsung baik pidana maupun perdata dengan tetap berpedoman kepada protokol pencegahan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

Forkopimda Aceh Gelar Video Conference dengan Kabupaten/Kota, Bahas Penanganan Virus Corona

Mentan RI di Bireuen Telekonferensi dengan Sejumlah BPP di Indonesia, Ini Bahasannya

LPSK Rekomendasikan Rosa Disidang Secara Teleconference

Ia menyatakan, semua gugatan dan jawaban perkara juga didaftarkan melalui sistem e-Court. Sejak Januari 2020, lanjutnya, persidangan perdata sudah dilaksanakan secara E-Litigation sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019.

"Sehingga ketika masa pademik seperti ini terjadi tidak bermasalah. Semua gugatan, jawaban melalui sistem e-Court atau daring," kata Sadri yang diamini Ketua PN/Tipikor setempat, Ainal Mardhiah SH MH.

Terkait dengan persidangan yang melibatkan jaksa penuntut umum (JPU) dan terdakwa, lanjut Sadri, saat ini sudah ada perjanjian kerja sama antara Mahkamah Agung, Kejaksaan, dan Kemenkumham yang membolehkan persidangan tersebut dilaksanakan secara teleconference.

Bupati Pijay Telekonferensi dengan Menteri Pertanian, Ini Permintaannya

Uni Emirat Arab Luncurkan Layanan Nikah Online Saat Wabah Corona, Ini Tahapannya

Camat Akan Sediakan Mobil untuk Mahasiswa Beutong Ateuh, Nagan Raya Kuliah Online

"Jaksa dan terdakwa tidak lagi datang ke pengadilan. PN saat ini sudah dilengkapi aplikasi zoom, demikian juga kejaksaan dan rutan, hanya yang sering trouble di rutan. Saat sedang berlangsung sidang sering suara dari rutan sukar di dengar majelis," tambahnya.

Humas PN/Tipikor Banda Aceh juga menyampaikan bahwa dalam sehari ada 30 perkara yang disidangkan. Dengan perangkat yang terbatas terpaksa proses persidangan dilakukan secara bergilir dan dalam satu ruangan, termasuk untuk perkara korupsi.

"Sidang ada 30 sehari , dlm kondisi seperti itu cukup capek majelisnya. Seandainya bisa Dinas Kominfo Kota Banda Aceh menfasilitasi kelancaran dengan menyediakan alat telecoference, kan lebih lancar lagi proses persidangan," harapnya.

Sementara Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH juga menyampaikan tidak ada persoalan yang dihadapi jaksa dalam proses persidangan. Ia mengatakan, persidangan tidak bisa berhenti meskipun di tengah wabah Covid-19.

"Oh tetap lanjut, baik persidangan tipikor maupun tindak pidana lainnnya. Kita melakukan sidang melalui sarana teleconference. Kita sudah ada MoU dengan Mahkamah Agung dan Kemenkumham," ungkap Munawal menjawab Serambi, kemarin. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Said Kamaruzzaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved