Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

Update Corona di Aceh

Akibat Virus Covid-19, Mualem Minta Pemerintah Pulangkan Warga Aceh di Malaysia

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem meminta Pemerintah Aceh untuk memulangkan para TKI atau warga Aceh di Malaysia

Tayang:
Penulis: Subur Dani | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem meminta Pemerintah Aceh untuk memulangkan para TKI atau warga Aceh di Malaysia 

Warga pendatang maupun masyarakat tempatan, mulai kesulitan mendapatkan makanan, karena tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya.

Informasi diperoleh Serambinews.com Sabtu (28/3/2020), para buruh bangunan dan pekerja kasar asal Aceh salah satu kelompok yang paling merasakan pukulan dari aksi perang melawan wabah COVID-19 ini.

Pejabat Aceh Besar Rapat Sambil Berjemur, Dipimpin Langsung Bupati Mawardi Ali

“Hari ini ada 7 orang pekerja asal Aceh yang mengadu sudah 4 hari tidak makan. Saat ini kami hanya bisa memberikan bantuan seadaanya, seperti beras, minyak masak, kopi susu, gula, biskuit, telur, dan mi instan,” kata Presiden Gabungan Usahawan Acheh Malaysia (GUAM), Harris Bin Terry Sarava kepada Serambinews.com.

Haris mengatakan, orang-orang yang mulai kesulitan mendapatkan makanan itu umumnya bekerja sebagai buruh bangunan di Banting Negeri Sembilan.

Haris juga mengatakan, pihak GUAM masih membicarakan kemungkinan menggalang bantuan dari para pemilik kedai runcit di masing-masing wilayah untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan ini.

“Sama ada orang Aceh maupun masyarakat Melayu tempatan yang mulai kesulitan, harus sama-sama kita bantu,” kata Haris.

Bagi-bagi Bantuan

Sementara itu, komunitas Aceh di Malaysia, Jafar Insya Reubee, melaporkan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh para pedagang kedai runcit atau kedai Aceh di Lembah Kelang Malaysia.

Jafar Insya mengatakan, Sabtu siang tadi, masyarakat dan para pedagang kedai Aceh di Klang, Selangor, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Melayu dan Aceh yang terkena dampak dari pemberlakukan lockdown.

“Ada 450 paket bantuan yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pengurus masjid, surau,” tulis Jafar Insya melalui pesan WhatsApp.

“Setiap paket berisi beras, minyak goreng, telur, tepung, susu, mi instan, dan lain-lain, dengan harga RM 50,” tambah Jafar.

Kisah Siti Hajar, Janda Miskin Pemanjat Pinang Asal Aceh Diberitakan Media Malaysia, Ini Videonya

Ia menyebutkan, bantuan itu berasa dari masyarakat dan pedagang kedai Aceh di kawasan Klang, Selangor.

Bantuan itu disalurkan kepada masyarakat Aceh dan penduduk lokal Melayu yang terdampak kebijakan lockdown.

Jafar juga mengirimkan video dan beberapa foto kegiatan penyaluran bantuan dari pedagang kedai Aceh di Klang.

Selain di Klang, kata Jafar, para pedagang kedai Aceh di beberapa kawasan lainnya juga sudah mulai mengumpulkan bantuan untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Menurutnya, awalnya Komunitas Melayu Aceh Malaysia (KMAM) yang dipimpin oleh Datuk Mansyur Bin Usman bermaksud mengumpulkan bantuan pada satu titik, untuk kemudian disebarkan ke wilayah yang membutuhkan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved