Luar Negeri

1.552 Kasus Baru Lagi di Saudi, Warga dari Luar Negeri Langsung Dikarantina

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Minggu (3/5/2020) mengumumkan bertambah lagi korban virus Corona

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Polisi memeriksa kendaraan yang melintas, khususnya suhu tubuh dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (3/5/2020) 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi,  Minggu (3/5/2020) mengumumkan bertambah lagi korban virus Corona.

Kerajaan melaporkan ditemukan lagi 1.552 kasus baru COVID-19 dan delapan di antaranya meninggal dunia.

Dari kasus-kasus baru, 245 tercatat di Jeddah, 221 di Mekah, 156 di Jubail, 150 di Dammam dan 139 di Madinah.

Kementerian juga mengumumkan pemulihan 369 pasien, sehingga jumlah total yang kembali sehat menjadi 4.134 orang.

Dengan bertambahnya kasus baru, maka totalnya sudah menjadi 27.011 orang.

Kerajaan Arab Saudi juga mencatat 184 orang telah meninggal karena penyakit itu.

Saudi Hukum Penyebar Hoax, Pilih Penjara atau Denda Rp 11,7 Miliar

Saudi Perketat Anggaran, Kota Industri Dammam Dikarantina

Saudi Bantu Palestina Rp 36 Miliar, Israel Izinkan Kembali Warga Palestina Bekerja 

Sementara itu, penerbangan dari Khartoum dan Tunisia telah mendarat di Jeddah dengan membawa warga negara Saudi yang dipulangkan, kantor berita negara SPA melaporkan pada Minggu (3/5/2020).

Warga Arab Saudi yang pulang dari Khartoum, Sudan dan Tunisia tiba di Bandara Jeddah, Minggu (3/5/2020)
Warga Arab Saudi yang pulang dari Khartoum, Sudan dan Tunisia tiba di Bandara Jeddah, Minggu (3/5/2020) (Foto: Saudi Press Agency)

Pemulangan itu bagian dari proyek untuk mengembalikan warga ke Kerajaan karena pandemi virus Corona di seluruh dunia terus berlanjut.

Setibanya di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, warga yang direpatriasi disambut oleh perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah.

Termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Kesehatan.

Setiap orang langsug menjalani tindakan pencegahan, termasuk pemeriksaan medis yang dilakukan di bandara keberangkatan sebelum naik pesawat.

Mereka dimonitor suhu oleh Kementerian Kesehatan Saudi, menggunakan perangkat pencitraan termal.

Penumpang kemudian diangkut ke penginapan yang telah ditetapkan sebagai pusat karantina, di mana mereka akan tinggal selama 14 hari.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved