Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

ISIS Rebut Cabo Delgado, Sumber Migas Lepas Pantai

Kelompok ISIS menyerang dan merebut kawasan pedesaan di dua kota utara di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik, Afrika bagian selatan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
BBC
Kawasan pantai utara Provinsi Cabo Delgado, Mozambik yang telah direbut oleh kelompok ISIS 

SERAMBINEWS.COM, MAPULO – Kelompok ISIS menyerang dan merebut kawasan pedesaan di dua kota utara di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik, Afrika bagian selatan.

Gerilyawan Islam ini melakukan perang terbuka dalam beberapa pekan terakhir ini, dengan laporan pembantaian, pemenggalan kepala dan merebut Provinsi Cabo Delgado, lapor koresponden BBC Afrika, Andrew Harding, Selasa (5/5/2020).

Dilaporkan, orang-orang bersenjata berjalan dengan tenang melewati rerumputan panjang, melewati sebuah bangunan putih besar, yang tampaknya tidak terganggu oleh suara tembakan.

Sebagian besar membawa senapan otomatis dan mengenakan seragam militer Mozambik.

Beberapa tembakan terdengar dar kejauhan dan seseorang berteriak "Allahu Akbar"

Mantan Anggota ISIS Buat Rusuh di Penjara Suriah

ISIS Tetap Eksis, Ini Kebrutalan Terbarunya

Direktur Bank Dunia Sebut Krisis Saat Ini Terburuk Sejak Perang Dunia, Ini yang Harus Dilakukan

Rekaman video, yang diambil bulan lalu di sebuah ponsel di Muidumbe menjadi bukti baru yang kuat bahwa konflik di wilayah paling utara Mozambik telah pindah ke tempat terbuka, dengan cara yang spektakuler dan mengerikan.

Sebuah desa di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik
Sebuah desa di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik (BBC)

Video kedua, yang direkam beberapa minggu sebelumnya, memperlihatkan seorang pria yang tewas,  tampaknya seorang polisi terbujur kaku dalam genangan darah.

Kamera kemudian bergerak untuk mengungkapkan mayat lain, lalu yang ketiga terbaring di bawah kendaraan polisi, lalu mayat keempat di tempat terbuka, dan akhirnya setumpuk besar senjata otomatis polisi atau militer.

Rekaman itu di pelabuhan strategis Mocimboa da Praia, yang secara singkat dan secara dramatis – drebut oleh militan pada 24 Maret 2020.

Dua hari kemudian, mereka merebut kota penting lainnya, Quissanga.

"Sekarang mereka memiliki senjata dan kendaraan, sehingga dapat bergerak dengan mudah dan menyerang secara luas.”

“Mereka menggunakan seragam tentara. Jadi, orang-orang sangat bingung, dan sangat takut," kata Uskup Katolik Pemba, Luiz Fernando Lisboa.

Dua serangan militer besar-besaran dan canggih ini sebaga bukti dari perubahan radikal dalam strategi untuk kelompok yang dikenal secara lokal sebagai al-Shabab.

Tetapi tidak memiliki hubungan dengan kelompok jihad Somalia dengan nama yang sama, yang berafiliasi dengan al-Qaeda .

Mereka telah menghabiskan dua tahun terakhir beroperasi untuk menyerang desa-desa terpencil di seluruh provinsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved