Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Luar Negeri

ISIS Rebut Cabo Delgado, Sumber Migas Lepas Pantai

Kelompok ISIS menyerang dan merebut kawasan pedesaan di dua kota utara di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik, Afrika bagian selatan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
BBC
Kawasan pantai utara Provinsi Cabo Delgado, Mozambik yang telah direbut oleh kelompok ISIS 

Menyergap patroli tentara di jalan-jalan terpencil, menyebar teror di banyak komunitas pedesaan, memaksa 200.000 orang melarikan diri dari rumah mereka.

Rekaman video dari kedua distrik Mocimboa da Praia dan Muidumbe dengan cepat dimasukkan ke dalam film propaganda kelompok Negara Islam (IS), yang ditayangkan oleh Kantor Berita Amaq.

Pemerintah Mozambik awalnya berusaha meremehkan pemberontakan, memberhentikan militan sebagai penjahat, dan menghalangi wartawan mengakses wilayah tersebut, tapi itu sudah berubah.

"Kami telah melihat perubahan dari politik penolakan. Sebagian besar masyarakat dan politisi sekarang menerima pemberontakan Islam," kata Mr Morier-Genoud.

Belakangan, pemerintah mulai mempekerjakan kontraktor keamanan asing, diduga dari Rusia, AS, dan Afrika Selatan untuk membantu tentara menghancurkan pemberontakan, tetapi tanpa ada keberhasilan yang berarti.

Suasana sebuah desa di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik, Afrika bagian selatan dengan mayoritas Muslim.
Suasana sebuah desa di Provinsi Cabo Delgado, Mozambik, Afrika bagian selatan dengan mayoritas Muslim. (BBC)

Ada kekhawatiran, jika salah bertndak, maka dapat menyebar ke tetangga Tanzania, dan mungkin bahkan ke Afrika Selatan.

Perusahaan gas internasional siap untuk berinvestasi miliaran di ladang gas lepas pantai yang ditemukan di sepanjang pantai Cabo Delgado .

Tetap,  sekarang mulai kedinginan, sebagian karena meningkatnya rasa tidak aman, tetapi juga karena penurunan harga gas.

Banyak pengamat dan analis percaya bahwa, pada dasarnya, solusi untuk konflik terletak pada tata pemerintahan yang baik, dan upaya transparan mengatasi keluhan ekonomi dan sosial yang mendalam.

Termasuk akses yang adil ke tanah, pekerjaan, dan bagian dari pendapatan gas di masa depan.

"Multi-nasional ingin tahu, mereka dapat mengambil bagian mereka, tetapi mereka harus mempertimbangkan orang-orang lokal," kata Uskup Pemba.

"Dan pemerintah harus tahu, sangat penting sumber daya alam Mozambik harus digunakan untuk memperbaiki rakyatnya, bukan untuk menyebabkan korupsi," tambahnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved