Senin, 8 Juni 2026

Parodikan Ghana Dancing Palbearers atau Tarian Sambil Angkat Peti Mayat, Kelab Malam Ini Minta Maaf

Kelab malam di Taiwan ini dikecam karena tarian rutin para para penari menjadi viral, yakni meniru rutinitas tarian pengusung pallbears Ghana

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
tangkapan layar dari video
Parodi Ghana Dancing Palbearers atau tarian sambil angkat peti mayat di sebuah kelab malam di Taiwan 

Ketika melakukan pertunjukan, para penari tampil menggunakan riasan lengkap berwarna hitam.

Video aslinya berasal daridi TikTok, namun berbagai halaman media sosial lainnya dengan cepat untuk menangkap dan menyebarkan postingan video tarian tersebut.

Setelah video itu menerima serangan balik dari warganet, direktur pemasaran kelab mengatakan kepada Taiwan News bahwa rutinitas dihentikan setelah pertunjukan pertama.

Nahas, Pekerja Las di Nagan Raya Meninggal Kesetrum Listrik

Lahir Dalam Keluarga Seniman, Gadis Ini Dalami Seni Lukis Selama 9 Tahun, Gambarnya Bikin Takjub

Miris, Pasutri Muda Ini Tinggal di Lorong Parkir Sepeda dengan Seorang Bayi

Seperti diketahui, tradisi tarian pallbearers ini berasal dari Ghana.

Pengusung jenazah yang terdiri atas enam orang menari menyediakan layanan pemakaman. 

Mereka mengenakan jas hitam, putih, dana kaca mata hitam.

Dikutip dari World Of Buzz, pihak keluarga biasanya menyewa sebuah grup penari pengusung jenazah kepada Pallbearers.

Pallbearers merupakan sekelompok orang penyedia jasa untuk membantu mengangkat peti mati dari salah satu anggota keluarga yang meninggal.

Para penari tersebut tidak hanya memanggul peti jenazah di bahu, melainkan juga harus bisa menghibur para keluarga dan pengantar jenazah ke pemakaman dengan sebuah tarian.

Mereka mengirim orang yang mereka cintai dengan gaya.

Pallbearer menari dengan irama yang meriah, sambil membawa peti mati di pundak mereka saat prosesi pemakaman.

Dalam menjalankan tugasnya, mereka mengenakan baret, jas hitam, kemeja putih, dasi, celana bahan hitam, sarung tangan, dan sepatu hitam.

Namun, mereka menjadikannya sensasi di internet selama pandemi covid-19 saat ini dan tidak mematuhi arahan kuncian.

Berbicara kepada Taiwan News, kelab malam itu telah  mengeluarkan permintaan maaf yang menyatakan bahwa tarian rutin yang dilakukan di kelab mereka adalah untuk menciptakan kembali Coffin Dance Meme yang populer.

Mereka meminta maaf karena "kurangnya pengawasan dan bentrokan budaya yang tidak pantas akibatnya". (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved