Luar Negeri
Venezuela Gagalkan Serangan Tentara Bayaran AS, Targetkan Presiden Nicolas Maduro
Pemerintah Venezuela, Minggu (4/5) mengatakan telah berhasil menggagalkan serangan dari laut, menewaskan delapan anggota kelompok yang diduga tentara
SERAMBINEWS.COM, CARACAS - Pemerintah Venezuela, Minggu (4/5) mengatakan telah berhasil menggagalkan serangan dari laut, menewaskan delapan anggota kelompok yang diduga tentara bayaran AS.
Para teroris itu telah menargetkan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nestor Reverol mengatakan kelompok yang berasal dari Kolombia, mencoba mendaratkan kapal cepat sebelum subuh di negara bagian pantai utara La Guaira.
Tetapi, katanya, tentara dan polisi khusus yang bersiaga di kawasan itu berhasil mencegat komplotan bersenjata berat itu.
"Berkat tindakan yang tepat dan cepat dari Angkatan Bersenjata Bolivarian dan polisi khusus dari Kepolisian Bolivarian Nasional, beberapa ditembak mati dan beberapa lainnya ditahan," kata Reverol, di televisi pemerintah.
Pencarian besar-besaran di udara, laut, dan darat terus dilakukan untuk mencari sisa-sisa penyerang, katanya.
• Kerusuhan Pecah di Penjara Venezuela Pecah, 47 Orang Tewas dan 75 Terluka
• Amerika Dakwa Presiden Venezuela Terlibat Perdagangan Narkoba, Korupsi, dan Pencucian Uang
• Bencana Kelaparan di Venezuela Semakin Parah, Anak-anak Sampai Pingsan di Sekolah
Diosdado Cabello, Wakil Pemimpin Partai Sosialis yang berkuasa, mengatakan bentrokan menewaskan delapan orang dan dua ditahan.
Cabello mengatakan operasi itu diatur oleh Amerika Serikat dan Badan Penegakan Narkoba (DEA), dengan dukungan dari Kolombia, sekutu AS.
Dia mengatakan salah satu dari mereka yang terbunuh adalah Roberto Colina, seorang mantan perwira militer Venezuela yang memiliki hubungan dengan pensiunan Jenderal Cliver Alcala.
Alcala, seorang kritikus Maduro, menjadi berita utama pada Maret 2020, ketika menyerah kepada agen-agen DEA di Kolombia dan diterbangkan ke New York setelah didakwa bersama dengan selusin lainnya, termasuk presiden, atas tuduhan perdagangan narkoba.
Salah satu dari dua orang yang ditahan adalah agen DEA, katanya.
"Kami akan menghadapi ini dengan semua instrumen yang dijamin oleh Konstitusi kami, penggunaan kekuatan jika diperlukan untuk menjaga keamanan nasional," kata Cabello, yang juga Ketua Majelis Konstituante yang sangat kuat di negara itu.
Berbicara di sampingnya di tangga Istana Legislatif di Caracas, Reverol mengatakan sebuah speedboat yang digunakan dalam serangan itu, serta 10 senapan dan dua senapan mesin, telah dicuri dari sebuah depot tentara Venezuela pada April 2019.
Venezuela sering menuduh Kolombia membuat plot untuk menggulingkan pemerintah Maduro, dan mengizinkan tentara bayaran untuk berlatih di wilayahnya.
Kementerian luar negeri Bogota di Kolombia menolak tuduhan itu dengan mengatakan tidak berdasar dengan melibatkan pemerintah Kolombia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-venezuela.jpg)