Luar Negeri
Venezuela Tangkap Dua Tentara AS, Rencanakan Pembunuhan Presiden Nicolas Maduro
Pemerintah Venezuela menangkap dua tentara AS dicurigai berencana menggulingkan pemerintahan,sekaligus membunuh Presiden Nicolas Maduro.
SERAMBINEWS.COM, CARACAS – Pemerintah Venezuela menangkap dua tentara AS dicurigai berencana menggulingkan pemerintahan,sekaligus membunuh Presiden Nicolas Maduro..
Presiden Nicolas Maduro menuduh pemimpin oposisi yang didukung AS, Juan Guaido membiayai skema itu.
Penangkapan itu terjadi sehari setelah pemerintah mengatakan menggagalkan invasi dari laut, menewaskan delapan penyerang dan menangkap dua lainnya yang merupakan tentara bayaran AS.
Maduro muncul di televisi pemerintah pada Senin (4/5/2020) untuk menunjukkan paspor Luke Denman (34) dan Airan Berry (41}.
Dia mengatakan kepada komando tinggi militer Venezuela bahwa keduanya adalah anggota pasukan keamanan AS.
Dilansir AFP, Selasa (5/5/2020), Jaksa Agung Tarek William Saab sebelumnya mengatakan kepada wartawan tentara bayaran yang disewa telah menandatangani kontrak 212 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,1 triliun dengan Guaido.
Jaksa menuduh Guaido menggunakan dana yang dicuri dari perusahaan minyak negara PDVSA.
Amerika Serikat, salah satu dari dari 50 negara yang mendukung Guaido sebagai penjabat presiden Venezuela saat menantang Maduro untuk berkuasa telah menjatuhkan sanksi pada PDVSA.
Sehingga mengizinkan Guaido menggunakan dana dari rekening milik anak perusahaan yang berbasis di Houston, Citgo.
Saab mengatakan Guaido telah menandatangani kontrak dengan mantan prajurit pasukan khusus AS, Jordan Goudreau, yang dihubungkan dalam beberapa laporan pers pekan lalu untuk menjatuhkan Maduro.
Goudreau kelahiran Kanada, seorang veteran Irak dan Afghanistan, dituduh melatih pasukan tentara bayaran untuk menyerang Venezuela setelah pemerintah Kolombia menyita pengiriman senjata yang dimaksudkan untuk kelompok itu.
Saab juga membagikan di media sosial sebuah video Goudreau, yang menjalankan perusahaan keamanan swasta bernama Silvercorp USA, di mana mantan prajurit itu mengklaim operasi terhadap rezim Maduro sedang berlangsung.
• Venezuela Gagalkan Serangan Tentara Bayaran AS, Targetkan Presiden Nicolas Maduro
• Amerika Dakwa Presiden Venezuela Terlibat Perdagangan Narkoba, Korupsi, dan Pencucian Uang
• Bencana Kelaparan di Venezuela Semakin Parah, Anak-anak Sampai Pingsan di Sekolah
Tim pers Guaido merilis pernyataan pada Senin (4/5/2020) menyangkal tuduhan itu dan menegaskan pihaknya tidak memiliki perjanjian dengan perusahaan keamanan swasta.
Pada Minggu (3/5/2020), Venezuela mengklaim kelompok yang melakukan perjalanan dengan perahu motor dan berangkat dari Kolombia mencoba mendarat sebelum subuh di negara bagian pantai utara La Guaira, tetapi dicegat oleh militer dan unit polisi khusus.
Diosdado Cabello, wakil pemimpin Partai Sosialis yang berkuasa, mengklaim operasi itu diatur oleh Amerika Serikat dan Badan Penegakan Narkoba (DEA), dukungan Kolombia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-venezuela-umumkan-tangkap-tentara-as.jpg)