Breaking News:

Berita Nagan Raya

Aduh, Mahasiswa dan Mahasiswi Berdesakan Saat Belajar Online Meski Sedang Pandemi, Ini Penyebabnya

Ironisnya, kondisi duduk berdekatan itu bukan saja antara mahasiswa saja, tapi juga dengan para mahasiswi.

Kiriman Samsuardi
Mahasiswa Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya belajar berdesakan di posko belajar online di Gunung Singgah Mata, Rabu (6/5/2020). 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Sebanyak 50 mahasiswa asal Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya harus belajar sambil berdesakan di posko belajar online yang dibangun di kawasan Gunung Singgah Mata.

Ironisnya, kondisi duduk berdekatan itu bukan saja antara mahasiswa saja, tapi juga dengan para mahasiswi. Pasalnya, dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah menjadi 50 orang lebih, posko yang dibangun Pemkab Nagan Raya dua bulan lalu itu kini menjadi sempit sehingga mau tak mau mereka terpaksa duduk berdesakan, meski dalam suasana pandemi virus corona dan bulan Ramadhan.

“Posko yang kami miliki sekarang sangat sempit untuk kenyamanan belajar. Apalagi sekarang masa darurat Covid-19, jadi kami harus menjaga jarak dan juga antara mahasiswa dengan mahasiswi seharusnya tidak boleh berdekatan,” kata Samsuardi, salah seorang mahasiswa Beutong Ateuh Banggalang kepada Serambinews.com, Sabtu (9/5/2020).

Kondisi sekarang, jelas Samsuardi, antara mahasiswa dan mahasiswi terpaksa berdesakan di bangunan posko yang sempat karena tidak bisa pisah lantaran jam belajarnya sama.

“Jadi harapan kami agar Pemkab Nagan Raya bisa mencegah hal ini dengan cara posko yang ada saat ini diperlebar. Sebab proses kuliah online belum diketahui kapan akan berakhir," pintanya.

Hilang Selama Enam Hari, Ternyata Jasad Keuchik Suak Manang Tergantung Tak Bernyawa di Pohon Sawit

Usai HT Djohan Ditembak, Warga Berhamburan Ketakutan, Listrik Padam

Menaker Tunda Kedatangan TKA Tiongkok, Tapi Menteri Luhut Malah Izinkan, Begini Alasannya

Di sisi lain, mahasiswa pedalaman di Nagan Raya itu juga meminta sedikit keringanan dari pihak kampus terhadap proses kuliah daring karena untuk menuju ke posko belajar online tersebut mereka harus menaiki Gunung Singgah Mata yang terjal hingga 1 jam lebih.

“Kondisi ini karena Beutong Ateuh Banggalang belum tersentuh jaringan internet,” ulas dia. “Jadi harapan lain mahasiswa agar pemerintah cepat membuat tower atau jaringan yang bagus, supaya mahasiswa bisa belajar dengan tenang dan fokus di rumah, tanpa harus menaiki gunung lagi,” paparnya.

Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa Beutong Ateuh Banggalang yang saat ini berada di kampung sebanyak 50 orang, Mereka selama ini kuliah di Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe, dan luar Aceh.

Karena selama pandemi Covid-19 kampus tutup dan kuliah dialihkan ke online (daring), maka mereka mau tak mau harus mendaki Gunung Singgah Mata untuk mencari sinyal internet, termasuk selama bulan Ramadhan.(*)

Penulis: Rizwan
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved