Breaking News:

Surat Irwandi dari Sukamiskin

Irwandi Yusuf Kirim Surat Tulisan Tangan dari Lapas Sukamiskin, Bantah Minta Pindah ke Aceh

Sebelumnya, politisi senior PDI Perjuangan, H Karimun Usman minta kepada Menkumham Yasona Laoly agar Irwandi Yusuf dipindahkan ke Lapas di Aceh untuk

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Surat tulisan tangan Irwandi Yusuf dari Lapas Sukamiskin. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melalui secarik kertas yang dikirim dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung menyatakan dirinya tidak pernah minta dipindahkan ke Lapas Banda Aceh untuk menjalani masa tahanan.

Dalam surat tulisan tangan lengkap dengan tekenannya, Irwandi Yusuf menyebutkan dirinya lebih nyaman berada di Sukamiskin, sebab tidak ada Covid-19 dan tidak over kapasitas.

Sebelumnya, politisi senior PDI Perjuangan, H Karimun Usman minta kepada Menkumham Yasona Laoly agar Irwandi Yusuf dipindahkan ke Lapas di Aceh untuk menjalani sisa masa tahanan.

Karimun mengatakan itu sebagai pendapat pribadinya.

“Iya saya sudah sampaikan kepada Menkumham, agar Pak Irwandi Yusuf dipindahkan dari LP Sukamiskin ke Banda Aceh,” kata Karimun Usman di Jakarta, Sabtu (9/5/2020) siang.

Karimun Usman Usulkan Irwandi Yusuf Jalani Sisa Tahanan di Aceh

Terkait Corona, Ini Saran Irwandi untuk Pemerintah dan Rakyat Aceh yang Ditulis di Sepucuk Surat

Irwandi Beri Peringatan tentang Kepulangan Warga Aceh Eks Malaysia, Isi Pesannya Bikin Cemas

Irwandi mengatakan, Karimun Usman tidak menghubungi dirinya, tapi tahu-tahu berita itu sudah heboh di publik.

Berikut isi surat Irwandi Yusuf tersebut:

"Perihal heboh saya minta mutasi ke lapas B. Aceh dapat saya jelaskan saya tidak minta dipindahkan ke Aceh. Pak Karimun Usman tidak menghubungi saya sebelumnya. Tahu-tahu saja sudah heboh. Saya lebih nyaman di Sukamiskin sebab di sini ZERO covid-19 dan tidak over kapasitas."

Irwandi Yusuf, terbukti melakukan tindak pidana korupsi, dihukum tujuh tahun penjara, denda Rp 300 juta subsider kurungan tiga bulan penjara.

Irwandi Yusuf juga dihukum pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama lima tahun setelah menjalani hukuman kurungan.

Putusan berkekuatan hukum tetap ini tertuang dalam putusan Mahkamah Agung (MA) bernomor 444K/Pid.Sus/2020 pada 13 Februari 2020.

Putusan itu memperbaiki Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 24/Pid.Sus-TPK/2019/PT.DKI pada 8 Agustus 2019 yang mengubah Putusan Pengadilan Tipikor Jakarta Nomor 97/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Pst pada 8 April 2019.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved