Kisah Pilu Orangtua ABK Kapal China, Tak Pernah Bisa Menghubungi, Kini Putranya Meninggal & Dilarung

Putranya kini telah meninggal dunia dan jasadnya dilarung tanpa persetujuan pihak keluarga.

Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com dan insight.co.kr
Juriah, orang tua Ari ABK asal Ogan Komering Ilir yang jenazahnya di larung ke laut oleh kapal tempat ia bekerja menuntut kasus itu diusut tuntas dan hak-hak Ari selama bekerja diserahkan. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang warga yang tinggal di Desa Serdang Menang, Kecamatan Sirah Pulau Padang Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan bernama Juriah, curhat pilu soal anaknya yang bekerja sebagai seorang anak buah kapal (ABK) China.

Juriah menceritakan awal mula sang anak bekerja sebagai ABK.

Putranya kini telah meninggal dunia dan jasadnya dilarung tanpa persetujuan pihak keluarga.

Putranya, Ari (25) sebelumnya tidak pernah ada kabar.

Pihak keluarga juga tidak pernah bisa menghubunginya selama sang anak bekerja sebagai ABK.

Kini Juriah merasa sangat hancur dan sedih saat mendengar kabar putranya telah meninggal dan jasadnya dilarung begitu saja.

()

ABK Indonesia ungkap perlakuan miris kerja di kapal China (TribunNewsmaker.com Kolase/ MBC/insight.co.kr)

Seperti yang diketahui, media sosial belakangan ini dihebohkan dengan video jenazah anak buah kapal (ABK) yang dibuang ke laut.

Dalam keterangan yang beredar, tiga jenazah ABK asal Indonesia dibuang ke laut oleh kapal China.

Video tersebut menjadi sorotan setelah diunggah oleh Youtuber Jang Han Sol di kanal Youtube Korea Reomit.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved