Breaking News:

Erosi di Aceh Selatan

Ketua Komisi II DPRA Tinjau Kondisi Erosi Krueng Kluet

Di wilayah Barat Selatan Aceh banyak sekali diperlukan tanggul penahan tebing untuk mencegah erosi dan tanggul pemecah ombak untuk mencegah abrasi.

Serambinews.com
Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir SE, S.Ag, M.I.Kom didamping Camat Kluet Utara, H Zainal A SE dan Keuchik Kedai Padang, Muzakhir S, meninjau langsung kondisi abrasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Kluet di Gampong Kedai Padang, Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh, Senin (11/5/2020). 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir didamping Camat Kluet Utara, H Zainal A SE dan Keuchik Kedai Padang, Muzakhir S, meninjau langsung kondisi erosi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Kluet di Gampong Kedai Padang, Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh, Senin (11/5/2020).

Ia meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas terkait memprioritaskan penanganan erosi tersebut.

"Ini harus menjadi prioritas Pemerintah, jangan harus menunggu menelan korban baik rumah penduduk maupun nyawa baru kemudian diperbaiki. Apa lagi sesuai laporan masyarakat dan kepala BPBD Aceh Selatan keadaan ini sudah berlangsung lama," kata Irpannusir saat meninjau langsung kondisi abrasi tersebut, Senin (11/5/2020).

Diungkapkannya, di wilayah Barat Selatan Aceh ini banyak sekali yang masih memerlukan tanggul penahan tebing dan juga tanggul pemecah ombak. Menurutnya kondisi yang sama juga terjadi di Desa Dah dan Siboasan, Kota Subulussalam.

"Belum lagi Desa Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Abdya yang ombaknya memecah di atas dapur masyarakat," ungkapnya.

Pantauan Serambinews.com, akibat abrasi DAS tersebut sudah belasan unit rumah warga di Gampong Kedai Padang, Kecamatan Kluet Utara terpaksa dibongkat.

Sebagian yang rumahnya dibongkar tersebut sudah mendapat rumah bantuan dari Pemerintah Aceh, namun sebagiannya lagi masih menumpang di rumah kerabat.

Camat Kluet Utara, H Zainal A SE kepada Serambinews.com melaporkan, abrasi yang terjadi di sepanjang DAS Krueng Kluet ini sudah sangat mengancam rumah dan pemukiman penduduk. Ia meminta Pemerintah Aceh untuk segera menurunkan tim ke lokasi.

Abrasi di Daerah Aliran Sungai Krueng Kluet, Aceh Selatan ini sudah berlangsung bertahun - tahun. Namun hingga kini belum ada penanganan serius, padahal sudah belasan rumah warga yang dibongkar akibat abrasi tersebut.

"Akibat abrasi ini sudah belasan unit rumah di Gampong Keude Padang ini harus dibongkar. Bahkan lapangan bola juga sufah amblas ke sungai dan pemakaman umum juga harus dipindahkan," kata H Zainal.

Camat Kluet Utara ini berharap kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh dan BPBA Provinsi untuk segera turun ke lokasi melihat kondisi abrasi yang terjadi di kecamatan tersebut.

"Penanganan abrasi Krueng Kluet ini tidak akan mampu ditangani dengan APBK. Sebab DAS yang harus dibangun tanggul pengaman tebing dari batu gajah ini sekitar 1 Km.

 Ini tentunya menjadi tugas anggota DPRA, sebab jika kondisi ini terus dibiarkan, maka rumah penduduk di Keude Padang akan terus amblas ke sungai," pungkas Camat Zainal.(*)

Subulussalam Luncurkan Aplikasi Sidatang, Pantau Traveler Selama Pandemi Covid-19

Iran Latihan Militer di Laut, Rudal Hantam Kapal Sendiri, 19 Orang Tewas

Viral, Demi Sebuah Konten Tik Tok, Turis Asing Ini Tega Rusak Sawah Milik Warga

Satu Lagi Terduga Pelaku Amuk Massa terhadap Warga Aceh di Tangerang Ditangkap Polisi, Sudah 2 Orang

Penulis: Taufik Zass
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved