Luar Negeri
Mantan Pembantu Obama Yakini Trump Dukung Caplok Lagi Lahan Palestina
Mantan duta besar era Presiden AS Barack Obama untuk Israel, Daniel Shapiro, Rabu (13/5) mengatakan dirinya percaya Presiden Donald Trump
SERAMBINEWS.COM, NEWS YORK - Mantan duta besar era Presiden AS Barack Obama untuk Israel, Daniel Shapiro, Rabu (13/5) mengatakan dirinya percaya Presiden Donald Trump sangat menginginkan pencaplokan tanah Palestina.
Dia mengaku tidak khawatir tentang komplikasi logistik, tetapi ingin memastikan para pemilihnya yang pro-Israel.
Termasuk orang Kristen evangelis dan Yahudi konservatif, diberi energi menjelang Pemilihan Presiden November 2020.
Dia mengatakan Netanyahu mungkin tergoda untuk bergerak cepat membantu Trump pada November 2020.
Bahkan, memastikan aneksasi sebagai sebuah kesepakatan yang dilakukan sebelum kemungkinan perubahan yang tidak menguntungkan di Gedung Putih, kata Shapiro.
Tetapi itu akan menciptakan risiko internasional dan dapat menyebabkan perpecahan dalam pemerintahan Netanyahu, tambah mantan duta besar itu.
Koalisi Netanyahu sebelumnya memiliki sayap kanan pro-aneksasi garis keras di posisi-posisi penting, terutama menteri pertahanan Naftali Bennett.
Ketua Partai Biru dan Putih Israel, Benny Gantz memuji rencana Trump tetapi memperingatkan terhadap langkah-langkah yang mengancam stabilitas regional.
Para ahli mengatakan Jordania mungkin mundur dari perjanjian damai bersejarah 1994 dengan negara Yahudi.
Jika Israel mencaplok Lembah Jordan, wilayah perbatasan yang sangat penting dan strategis yang menyumbang sekitar 30 persen dari Tepi Barat.
Menjelang pertemuannya dengan Netanyahu, Pompeo mengatakan AS dan Israel perlu membuat kemajuan dalam "Visi Perdamaian" Trump.
Dia kemudian memperbarui kritiknya terhadap Iran, mengklaim ketika orang-orangnya menghadapi wabah virus Corona paling mematikan di Timur Tengah, Teheran menggunakan sumber daya untuk memicu teror di seluruh dunia.
• Israel Robohkan Rumah Keluarga Palestina, Hanya Karena Tuduhan Serang Gadis Yahudi
• Raja Salman: “Palestina Tetap Menjadi Masalah Utama Orang Arab dan Muslim”
• Anak-anak Palestina Terancam Tak Bisa Sekolah Lagi
Bahkan, katanya ketika rakyat Iran sedang berjuang dengan sekuat tenaga.
"Ini memberitahumu banyak tentang jiwa orang-orang yang memimpin negara itu,” kata Pompeo.
Netanyahu memuji tekanan Washington yang terus-menerus terhadap Iran, negara yang dia klaim bertahan dengan agresif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menlu-as-di-jerusalem.jpg)