Luar Negeri

Mantan Pembantu Obama Yakini Trump Dukung Caplok Lagi Lahan Palestina

Mantan duta besar era Presiden AS Barack Obama untuk Israel, Daniel Shapiro, Rabu (13/5) mengatakan dirinya percaya Presiden Donald Trump

AFP/SEBASTIAN SCHEINER
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo (kiri) berpose bersama Ketua Partai Biru dan Putih Israel, Benny Gantz di Jerusalem, Rabu (13/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, NEWS YORK - Mantan duta besar era Presiden AS Barack Obama untuk Israel, Daniel Shapiro, Rabu (13/5)  mengatakan dirinya percaya Presiden Donald Trump sangat menginginkan pencaplokan tanah Palestina.

Dia mengaku tidak khawatir tentang komplikasi logistik, tetapi ingin memastikan para pemilihnya yang pro-Israel.

Termasuk orang Kristen evangelis dan Yahudi konservatif, diberi energi menjelang Pemilihan Presiden November 2020.

Dia mengatakan Netanyahu mungkin tergoda untuk bergerak cepat membantu Trump pada November 2020.

Bahkan, memastikan aneksasi sebagai sebuah kesepakatan yang dilakukan sebelum kemungkinan perubahan yang tidak menguntungkan di Gedung Putih, kata Shapiro.

Tetapi itu akan menciptakan risiko internasional dan dapat menyebabkan perpecahan dalam pemerintahan Netanyahu, tambah mantan duta besar itu.

Koalisi Netanyahu sebelumnya memiliki sayap kanan pro-aneksasi garis keras di posisi-posisi penting, terutama menteri pertahanan Naftali Bennett.

Ketua Partai Biru dan Putih Israel, Benny Gantz memuji rencana Trump tetapi memperingatkan terhadap langkah-langkah yang mengancam stabilitas regional.

Para ahli mengatakan Jordania mungkin mundur dari perjanjian damai bersejarah 1994 dengan negara Yahudi.

Jika Israel mencaplok Lembah Jordan, wilayah perbatasan yang sangat penting dan strategis yang menyumbang sekitar 30 persen dari Tepi Barat.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved