Breaking News:

Trans Continent Tarik Alat Kerja dari KIA Ladong

Setelah lebih sembilan bulan bertahan, akhirnya PT Trans Continent mulai menghitung ulang investasi mereka di Kawasan Industri Aceh (KIA)

SERAMBI/REZA MUNAWIR
Pekerja PT Trans Continent memindahkan sejumlah kontainer di KIA Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Rabu (12/5/2020). Kontainer berisi sejumlah peralatan pendukung kerja itu sebelumnya sudah berada di KIA Ladong sejak 6-9 bulan lalu. 

* Sudah 9 Bulan Belum Ada Kepastian Hukum

BANDA ACEH – Setelah lebih sembilan bulan bertahan, akhirnya PT Trans Continent mulai menghitung ulang investasi mereka di Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, Aceh Besar.

Sejak dua hari lalu, perusahaan multimoda nasional milik Ismail Rasyid, putra kelahiran Matangkuli Aceh Utara ini mulai menarik kembali alat-alat kerjanya dari kawasan industri tersebut.

Menjawab Serambi Jumat (15/5), CEO Trans Continent Ismail Rasyid mengatakan, keputusan itu terpaksa diambil pihaknya karena sudah lebih dari 9 bulan sejak ground breaking, belum punya kepastian hukum tentang bagaimana skema perjanjian dan tata kelola antara PT PEMA yang mewakili Pemprov Aceh dengan PT Trans Continent sebagai investor.

Selain itu, hingga kemarin, KIA Ladong ini belum layak disebut sebagai kawasan industri, karena belum memiliki infrastruktur dasar.

“Air bersih belum ada, listrik belum memadai, kawasan tergenang karena drainase belum sempurna, jalan di dalam kawasan juga belum teraspal. Pagarnya juga baru tersedia di bagian depan,” ungkap Ismail Rasyid.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Jakarta dan sekitarnya periode 2018-2022 ini mengatakan, infrastruktur dasar di Kawasan Industri Aceh itu menjadi tanggung jawab pihak pengelola kawasan, dalam hal ini PT Pembangunan Aceh (PEMA).

Sementara PT Trans Continent akan membangun dan menyediakan fasilitas pendukung untuk menjadikan kawasan itu sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB).

Berdasarkan komitmen itu, kata Ismail Rasyid, sejak enam bulan lalu atau tiga bulan setelah ground breaking, pihaknya telah memobilisasi alat-alat berat seperti excavator, crane, forklift, genset, container dan personel operator dari Regional Hub Trans Continent di Tanjung Morawa di Sumatera Utara ke Ladong, maupun yang diimport langsung dari luar negeri “Terakhir yang kita bawa adalah Reach Stacker  yang kita beli baru dengan harga Rp 6 miliar lebih dan khusus untuk operasional di Aceh,” ujarnya.

Reach stacker adalah kendaraan berat yang digunakan untuk menangani kontainer kargo intermodal di terminal di pelabuhan depo container.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved