Sabtu, 11 April 2026

Ada atau Tidak Ibadah Haji, Arab Saudi Akan Kabari Jokowi pada Awal Juni

Pihak Arab Saudi hingga saat ini masih belum mengambil keputusan karena pandemi virus Corona covid-19 yang masih terjadi di banyak negara.

SERAMBINEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan komunikasi dengan Raja Arab Saudi, Raja Salman. Komunikasi antara Presiden Jokowi dengan Raja Salman terkait dengan ibadah haji 2020 ini disampaikan Menteri Agama, Fachrul Razi.

"Waktu saya lapor pada Bapak Presiden, Bapak Presiden mengatakan habis komunikasi dengan Raja Salman," kata Fachrul dalam video conference, Selasa (19/5/2020).

Pihak Arab Saudi hingga saat ini masih belum mengambil keputusan karena pandemi virus Corona covid-19 yang masih terjadi di banyak negara.

Raja Salman Hubungi Donald Trump, Ini Isi Pembicaraannya

Raja Salman: “Palestina Tetap Menjadi  Masalah Utama Orang Arab dan Muslim”

Kepastian Ibadah Haji Tahun Ini, Ada atau Tidak? Pemerintah Tunggu 20 Mei

Karenanya, Presiden Jokowi masih belum mendapatkan kepastian apakah haji tahun ini akan diselenggarakan atau tidak. Kemenag diminta bersabar menanti keputusan Saudi sampai awal Juni. "Beliau menyarankan gimana kalau mundur dulu sampai awal Juni siapa tahu ada perkembangan," kata Fachrul Razi.

Fachrul Razi mengatakan, semula Kemenag hanya memberi tenggat waktu bagi Saudi sampai 20 Mei besok. Namun, karena komunikasi Presiden Jokowi dan Raja Salman, maka Kemenag memberi tenggat sampai awal Juni.

"Kalau tadinya kami buat deadline tanggal 20 Mei, kami mundur jadi 1 Juni sesuai petunjuk Bapak Presiden setelah bicara dengan Raja Salman mungkin akan ada kepastian kalau (keadaan) di sana lebih baik," katanya.

Berbeda dengan Indonesia yang hingga saat ini masih menunggu keputusan Arab Saudi, Singapura telah menyatakan menunda keberangkatan haji hingga tahun 2021. Singapura memutuskan untuk menunda keberangkatan kontingen haji tahun ini sampai 2021, sebut Majelis Agama Islam Singapura (MUIS) dalam konferensi pers pada Jumat (15/5/2020).

Tafsir Mimpi Menunaikan Ibadah Haji, Sering Dihubungkan Sebagai Pertanda Kemuliaan!

Kemenag Hentikan Persiapan Haji

Pembayaran Tahap Pertama Ditutup, 3.773 JCH Aceh Lunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji

Keputusan tersebut, sebagaimana disampaikan Menteri Urusan Muslim, Masagos Zulkifli, dibuat secara mandiri dan bukan berdasarkan kebijakan pemerintah Arab Saudi "atas pertimbangan kebutuhan jemaah kami, keamanan jemaah kami, demi yang terbaik untuk Singapura".

MUIS menyebut faktor usia merupakan salah satu dasar pertimbangan. Lebih dari 80 persen warga Singapura yang dijadwalkan menunaikan haji tahun ini di atas usia 50 tahun. Kementerian Kesehatan menganjurkan individu-individu dalam kategori ini menghadapi risiko komplikasi dan kematian jika mereka tertular virus covid-19," papar MUIS sebagaimana dikutip The Straits Times.

Komisi VIII DPR meminta Menteri Agama Fachrul Razi tidak memutuskan nasib pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini, sebelum pemerintah Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bisa atau tidaknya.

"Sebaiknya Menteri Agama jangan mengambil keputusan yang resmi sebelum ada keterangan resmi dari pihak Arab Saudi dan tentu rapat dengan Komisi VIII DPR," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily.

Menurut Ace, sikap Menag saat ini sebaiknya pro aktif berkomunikasi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan ibadah haji tahun ini dapat dilaksanakan atau tidak, bukan memutuskan secara sepihak.

"Yang berkomitmen untuk memutuskan kepastian keberangkatan tanggal 20 Mei ya Pak Menag sendiri dalam rapat dengan kami, Komisi VIII DPR. Hingga saat ini, pihak Arab Saudi belum memberikan keterangan apapun tentang rencana pelaksanaan ibadah haji tahun ini," tuturnya.

Ia menyebut, kepastian waktu dapat dilaksanakan atau tidak, memang sangat dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia dalam menyusun persiapan jamaah ke tanah suci.

"Indonesia ini merupakan negara muslim terbesar yang memberangkatkan calon jamaah haji ke Arab Saudi, perlu persiapan yang cukup untuk memastikan kesehatan dan keselamatan calon jamaah," ucapnya.

Raja Salman Izinkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Dilakukan Terbatas

Pengawal Setia Raja Salman Ditembak Mati Saat Cekcok dengan Temannya, Berikut Kronologi Lengkapnya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved