Senin, 27 April 2026

Minum Obat Malaria Setiap Hari, Donald Trump Yakin Hydroxychloroquine Dapat Obati Covid-19

Dia mengaku setiap hari mengonsumsi satu butir hydroxychloroquine. kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Washington DC, Senin (18/5/2020)

Editor: Amirullah
AFP/CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Presiden AS, Donald Trump menggelar konferensi pers tentang perkembangan virus Corona sebelum terbang dari Gedung Putih, Washington, menuju Phoenix, Arixona, Selasa (5/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Meski banyak mendapat kritikan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mempromosikan hydroxychloroquine, obat malaria, sebagai pengusir Covid-19.

Dia mengaku setiap hari mengonsumsi satu butir hydroxychloroquine.

"Saya meminum (hydroxychloroquine) selama sepekan setengah. Satu pil setiap hari," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Washington DC, Senin (18/5/2020) waktu setempat atau Selasa WIB.

Presiden berusia 73 tahun yang melakukan tes Covid-19 setiap hari itu menambahkan

ia telah bertanya kepada dokter Gedung Putih apakah oke untuk mengkonsumsi obat tersebut.

Menurut Trump sang dokter memberitahunya, "Ya, kalau Anda mau."

Intip, 5 Resep Kue Lebaran, Kukis Coklat, Nastar, Semprit hingga Kastengel, Dijamin Ketagihan

Antivirus Corona Made In Indonesia Siap Diproduksi, Terbuat dari Pohon Atsiri

Trump sering mempromosikan pil kina sebagai pengobatan potensial virus corona.

Namun penelitian selanjutnya membuktikan obat tersebut tidak membantu.

Pengungkapan itu muncul saat Moderna Inc melaporkan kemajuan dalam vaksin potensial Covid-19.

Obat satu-satunya yang muncul sebagai pengobatan potensial adalah remdesivir buatan Gilead Sciences Inc, yang disediakan untuk pasien rumah sakit.

Fox News Channel, tak lama seusai adanya pernyataan Trump, mewawancarai Dr Bob Lahita, yang memperingatkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi hydroxychloroquine.

"Tidak ada pengaruh yang kami lihat dan kami telah mengobati banyak pasien menggunakan itu (hydroxychloroquine)," katanya.

WHO Tuduh Sejumlah Negara Abaikan Rekomendasinya, Penyebaran Virus Corona Terus Meluas

VIDEO - Di Tengah Pandemi Corona, Warga kota New York Beramai-ramai Piknik ke Taman

Pengakuan itu merupakan perkembangan dramatis dalam upaya Trump untuk mempromosikan hydroxychloroquine.

Karena obat ini diresepkan untuk mengobati malaria dan kondisi lainnya, Trump telah menjadikannya aman dan menyarankan pasien virus corona untuk mencobanya.

Sebuah penelitian menunjukkan obat itu tidak bekerja melawan Covid-19 dan dapat mengakibatkan masalah jantung.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved