Luar Negeri
Arab Saudi Umumkan 2.532 Kasus Baru, Total 64.986 Orang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi. Kamis (21/5/2020) malam mengumumkan kasus baru positiv virus Corona. Dari hasil skrining dan swab secara
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi. Kamis (21/5/2020) malam mengumumkan kasus baru positiv virus Corona.
Dari hasil skrining dan swab secara cepat di berbagai wilayah Arab Saudi, sebanyak 2.532 kasus baru ditemukan, sehingga totalnya menjadi 64.986 orang.
Bahkan, sebanyak 12 korban positif virus Corona Arab Saudi dinyatakan meninggal dunia, sehingga totalnya menjadi 351 kematian.
Dilansir ArabNews, Kamis (21/5/2020) malam, Kementerian juga mencatat 2.526 pasien virus Corona pulih, sehingga jumlah total yang sembuh dari penyakit mematikan itu menjadi 36.040 orang.
Kemenkes Arab Saudi juga akan segera meluncurkan tahap ketiga pengujian yang diperluas untuk mengevaluasi tingkat penyebaran COVID-19.
Kementerian menekankan fase baru tidak akan mencakup pemeriksaan COVID-19 di dalam rumah atau mengunjungi tempat tinggal.
• Pilot Arab Saudi Penyerang Pangkalan AL AS Terkait Al-Qaeda, Ini Hasil Penyelidikan FBI
• Riyadh, Mekah dan Jeddah, Tempat Kasus Virus Corona Tertinggi di Arab Saudi
• Ketakutan Terhadap Virus Corona Meluas, Arab Saudi Siapkan Tim Khusus
Sebagai gantinya, kementerian akan menyediakan berbagai outlet dan opsi untuk melakukan tes.
Kerajaan akan membangun pusat drive-through untuk menguji orang-orang di dalam mobil di beberapa kota.
Lainnya, menawarkan layanan pengujian di pusat perawatan kesehatan primer, dan memungkinkan warga dan penduduk untuk memesan janji untuk mengumpulkan sampel tes sendiri melalui aplikasi online.
Fase pertama pengujian diperluas dimulai dengan kerja lapangan dengan menyaring lingkungan padat penduduk dan tempat tinggal tenaga kerja di beberapa kota.
Sedangkan fase kedua dimulai pada 4 Mei 2020, melibatkan petugas kesehatan yang mengambil tes COVID-19 melalui aplikasi "Mawid" kementerian.
Saat ini ada 163.894 sukarelawan terdaftar di platform sukarelawan Kemenkes Arab Saudi yang didirikan pada awal pandemi.
Sebanyak 72.000 sukarelawan terdaftar siap bekerja ketika dibutuhkan setelah menyelesaikan program pelatihan wajib, sementara lebih dari 19.000 sukarelawan aktif.
“Program pelatihan diawasi oleh Komisi Spesialisasi Kesehatan dan diperlukan untuk memastikan keselamatan pasien dan sukarelawan,” kata Dr Safar Battar, Direktur Jenderal Pusat Sukarelawan Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Kamis (21/5/2020).
“Relawan mampu melayani lebih dari 3,5 juta penerima melalui 352.181 jam kerja di lebih 20 kota di seluruh Kerajaan,” kata Battar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perluasan-kota-mekkah-arab-saudi.jpg)