Kamis, 23 April 2026

Kupi Bengoh

Tetap Jaga Diri Untuk Hindari Wabah Covid-19

Total positif Covid-19 sebanyak 18 orang , dalam perawatan di RSUDZA sebanyak 2 orang, sembuh sebanyak 15 orang dan meninggal dunia 1 orang

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Foto keramaian pada salah satu pusat perbelajaan di Banda Aceh 

Oleh: Nanda Fadhilla*)

Aktivitas masyarakat di tengah wabah Covid 19 menjelang Lebaran di Kota Banda Aceh masih tinggi.

Padahal pandemi virus corona masih mengancam dunia, Indonesia dan Aceh.

Merujuk dari data Covid-19 dari Dinkes Provinsi Aceh, update tanggal 21 Mei 2020  pukul 15.00 WIB.

Total positif Covid-19 sebanyak 18 orang , dalam perawatan di RSUDZA sebanyak 2 orang, sembuh sebanyak 15 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Terbaca jelas bahwa jumlah Orang Dengan Pantauan (ODP) sebanyak 2004 orang dan Pasien Dalam Pantauan (PDP)  sebanyak 101 orang. 

Mulai Besok, Arab Saudi Berlakukan Lockdown, Lebaran Tak Boleh Keluar Rumah

Angka- angka ini tidak membuat masyarakat Aceh khususnya Kota Banda Aceh merasa bahwa kita berada dalam masa-masa yang mana kurva akan melonjak lebih tinggi.

Kondisi ini dapat dirasakan saat – 3 (minus 3) hari menjelang lebaran Idul Fitri.

Dimana masyarakat mulai ramai mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan untuk belanja kebutuhan lebaran, dan yang mudik dari luar kota pun sudah mulai berdatangan.

Pemerintah Provinsi Aceh terus mengaungkan agar masyarakat tidak berada tempat-tempat yang ramai.

Namun apa yang terjadi saat ini, yang tua, muda dan anak-anak berbaur menjadi satu dalam satu ruangan yang terbatas.

Kondisi ini sungguh menyedihkan jika lonjakan pasien yang positif benar-benar semakin banyak.

Covid-19 merupakah suatu wabah penyakit yang mengharuskan masyrakat untuk berdiam diri dan beraktifitas dari rumah saja.

Akan tetapi, nyatanya masyarakat Kota Banda Aceh masih banyak terlihat berkumpul beramai-ramai tanpa melakukan social distancing.

Pesawat Penumpang Pakistan Jatuh Timpa Rumah Penduduk, 107 Penumpang dan Awak Tewas

Hal ini dapat dilihat pada salah satu pusat perbelajaan yang terletak di Kota Banda Aceh.

Menjelang lebaran masyarakat kota Banda Aceh berbondong-bondong membeli keperluan atau perlengkapan lebaran Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 24 Mei 2020 mendatang.

Memenuhi perlengkapan lebaran merupakan budaya masyarakat di Indonesia.

Biasanya masyarakat akan membeli barang-barang seperti baju, kue, sepatu dan yang lainnya demi memeriahkan lebaran yang sangat spesial bagi umat muslim.

Aktifitas berbelanja atau aktifitas lainnya pada tahun ini tidak bisa kita samakan dengan hari-hari biasanya, dikarenakan wabah Covid-19 terus melonjak.

Social distancing terus disematkan oleh pemerintah, akan tetapi hal ini sepertinya tidak berlaku ketika masyarakat sangat sibuk untuk membeli perlekapan menjelang lebaran.

Meskipun aktifitas cuci tangan dan mengukur suhu tubuh terlebih dahulu serta wajib menggunakan masker sebelum masuk ke pusat perbelanjaan tersebut sudah dilakukan,

Akan tetapi nyatanya masyarakat tidak melakukan social distancing  ketika mereka melakukan transaksi jual beli.

Antrean yang panjang  dan padat pada loker kasir serta berdesakan ketika memilih barang, menjadi bukti bahwa masyarakat seolah tidak menggubris imbauan pemerintah untuk tetap social distancing.

Social distancing merupakan hal yang sangat perlu dan tetap harus kita lakukan meskipun dalam keadaan sangat mendesak atau sibuk.

H-2 Idul Fitri 1441 H, Perantau Abdya Pulkam Capai 1.351 Orang, Warga Harus Jalani Isolasi Bertambah

Adapun hasil wawancara saya dengan ibu Cut Eka Putri Ubit, selaku petugas promosi kesehatan RSUDZA mengenai aktifitas masyarakat menjelang lebaran di tengah Covid-19.

Wawancara Nanda Fadhilla (kiri) dengan ibu Cut Eka Putri Ubit, selaku petugas promosi kesehatan RSUDZA mengenai aktifitas masyarakat menjelang lebaran di tengah Covid-19
Wawancara Nanda Fadhilla (kiri) dengan ibu Cut Eka Putri Ubit, selaku petugas promosi kesehatan RSUDZA mengenai aktifitas masyarakat menjelang lebaran di tengah Covid-19 (FOR SERAMBINEWS.COM)

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum kita beraktifitas di luar.

Yaitu melakukan planning atau perencanaan yang pasti dan detail mengenai kegiatan yang akan kita lakukan di luar.

Hal ini perlu dilakukan karena dapat meminimalisir waktu kita ketika berada di luar rumah.

Berikutnya adalah tetap menggunakan masker dan menghindari keramaian.

Selanjutnya mengaplikasi etika ketika batuk, bersin dan membuang air ludah dengan baik  benar.

Satu hal lagi, yaitu jangan takut untuk mengingatkan orang-orang disekitar kita.

Untuk tetap menggunakan masker serta mengingatkan kembali etika-etika ketika bersin, batuk serta membuang air ludah.

Lagi, Satu Warga Aceh Tamiang Positif Covid-19, Sepulang dari Medan

Beraktifitas dan berdiam diri di rumah saja merupakan hal yang tidak terlalu buruk untuk dilakukan.

Jika ada keperluan mendesak yang mengaharuskan kita untuk keluar rumah pastikan atribut pencegah Covid-19.

Seperti masker dan hand sanitizer selalu dibawa dan digunakan, serta perilaku social distancing tetap di terapkan. #dirumahaja.

*) PENULIS, Nanda Fadhilla adalah Mahasiswa Program Studi  Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas FKIP, Universitas Malikussaleh. Pembimbing: Teuku Alfiady, S.Sos.,MSP.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved