Berita Banda Aceh

Aceh Harus Beri Stimulus ke UMKM dan Sektor Informal, Cegah Gejolak Sosial Dampak Covid-19

Pemerintah Provinsi Aceh harus segera membuat program perekonomian rakyat baru, dengan meluncurkan stimulus ke UMKM dan informal.

ist
Dr Taufik A Rahim PhD 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Provinsi Aceh harus segera membuat program perekonomian rakyat baru, dengan meluncurkan stimulus ke UMKM dan informal.

Virus Corona, Covid-19 yang telah merambah ke seluruh dunia di lima Benua akan merubah situasi dunia, baik perekonomian, militer dan lainnya.

“Pemerintah harus mempersiapkan gagasan baru ekonomi kerakyatan pada era "Normal Baru (New Normal" masa mendatang,” kata Dr Taufik A Rahim MSi, pakar ekonomi Aceh, Jumat (21/5/2020).

Dia menjelaskan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh termasuk yang sangat minim terhadap kasus kematian yang menjadi nol (0) dalam 2 bulan terakhir ini.

Taufik menjelaskan secara ekonomi, pertumbuhan Aceh saat ini mengalami -1,2% (minus satu koma dua persen).

Ditambahkan, jika tidak segera diantisipasi ada akhir kwartal kedua 2020, bisa mencapai -3,5 atau -4%.

Dia menjelaskan pasca liburan Idul Fitri 1441 H, Pemerintah Aceh dengan "leading sector" Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi, harus memberi stimulus ke usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), juga sektor informal.

Taufik menilai UMKM dan informal merupakan sektor ekonomi yang sangat efektif dalam jangka pendek agar dapat menstabilkan perekonomian ekonomi Aceh pada akhir tahun.

Bahkan, akan dapat meredam gejolak sosial dan politik.

Disebutkan, jika UMKM dan sektor informal dapat didorong, maka sekitar 30 sampai 35% dari penduduk Aceh yang berjumlah 5,38 juta jiwa akan dapat meningkatkan perekonomian Aceh.

Halaman
12
Penulis: M Nur Pakar
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved